<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>inflasi Indonesia Archives - DuniaHeadline</title>
	<atom:link href="https://duniaheadline.com/tag/inflasi-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://duniaheadline.com/tag/inflasi-indonesia/</link>
	<description>berita viral dan terupdate</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2026 20:24:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://duniaheadline.com/wp-content/uploads/2025/12/cropped-favicon-dunia-headline-32x32.png</url>
	<title>inflasi Indonesia Archives - DuniaHeadline</title>
	<link>https://duniaheadline.com/tag/inflasi-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Transportasi Punya Bobot 11,94% dalam IHK, Tiket Pesawat Berkontribusi Berapa?</title>
		<link>https://duniaheadline.com/transportasi-punya-bobot-1194-dalam-ihk-tiket-pesawat-berkontribusi-berapa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harley]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 20:24:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi/Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[angkutan udara]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[harga tiket pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[IHK]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi transportasi]]></category>
		<category><![CDATA[tiket pesawat]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://duniaheadline.com/?p=2754</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, Duniaheadline – Kelompok transportasi menjadi salah satu komponen yang ikut mendorong kenaikan inflasi di Indonesia. Perubahan harga...</p>
<p>The post <a href="https://duniaheadline.com/transportasi-punya-bobot-1194-dalam-ihk-tiket-pesawat-berkontribusi-berapa/">Transportasi Punya Bobot 11,94% dalam IHK, Tiket Pesawat Berkontribusi Berapa?</a> appeared first on <a href="https://duniaheadline.com">DuniaHeadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>JAKARTA, <a href="https://duniaheadline.com/"><span dir="auto">Duniaheadline</span></a><span dir="auto"> – </span></strong>Kelompok transportasi menjadi salah satu komponen yang ikut mendorong kenaikan inflasi di Indonesia. Perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif pesawat, hingga biaya perawatan kendaraan dapat memengaruhi pengeluaran masyarakat dan pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK).</p>
<p>Berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) 2022, kelompok transportasi memiliki bobot sebesar 11,94% dalam keranjang IHK nasional. Artinya, pengeluaran untuk kebutuhan transportasi memiliki porsi yang cukup besar dalam penghitungan inflasi.</p>
<p>Kepala Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Hermanta, menjelaskan bahwa kelompok tersebut mencakup berbagai komponen, mulai dari pembelian kendaraan, pengoperasian kendaraan pribadi, jasa angkutan penumpang, hingga pengiriman barang.</p>
<p>Namun, tidak seluruh komponen tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan.</p>
<h2>Jasa Angkutan yang Berkaitan dengan Kemenhub Berbobot 2,06%</h2>
<p>Hermanta memaparkan bahwa jasa angkutan penumpang memiliki bobot 1,95%, sedangkan jasa pengiriman barang sebesar 0,11% terhadap keranjang IHK nasional.</p>
<p>Jika digabungkan, kedua komponen tersebut memiliki bobot sekitar 2,06%. Angka ini merupakan bagian dari keseluruhan bobot kelompok transportasi yang mencapai 11,94%.</p>
<p>Menurut Hermanta, pembagian tersebut penting untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab dalam menangani sumber tekanan harga. Pasalnya, komponen seperti BBM, pembelian kendaraan, suku cadang, dan biaya administrasi melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa upaya pengendalian inflasi transportasi membutuhkan koordinasi lintas sektor, bukan hanya mengandalkan kebijakan Kementerian Perhubungan.</p>
<h2>Angkutan Udara Memiliki Bobot 0,72% dalam IHK</h2>
<p>Salah satu komponen yang turut menjadi perhatian adalah jasa angkutan udara. Berdasarkan pemetaan BKT, angkutan udara memiliki bobot sebesar 0,72% terhadap total keranjang IHK nasional.</p>
<p>Hermanta menjelaskan bahwa perubahan tarif pesawat tidak selalu memberikan dampak yang sama di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan kajian BKT, pengaruhnya lebih terasa di sejumlah daerah di kawasan timur, seperti Jayapura, Timika, Manokwari, Jayawijaya, Ambon, dan Maumere.</p>
<p>Wilayah-wilayah tersebut dinilai memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap layanan penerbangan untuk mendukung mobilitas masyarakat.</p>
<p>Karena itu, kebijakan tarif pesawat perlu mempertimbangkan karakteristik setiap daerah. Selain menjaga keterjangkauan harga, pemerintah juga perlu memperhatikan biaya operasional maskapai, ketersediaan armada, konektivitas, dan kualitas pelayanan.</p>
<p>BKT turut merekomendasikan penguatan data penerbangan terpadu, evaluasi stimulus jangka pendek, serta kajian terhadap kebijakan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah.</p>
<h2>Transportasi Menyumbang 0,58 Poin Persentase terhadap Inflasi Tahunan</h2>
<p>Besarnya pengaruh kelompok transportasi juga terlihat dalam data inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) periode September 2026.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa kelompok transportasi mengalami inflasi tahunan sebesar 4,84%. Kenaikan tersebut memberikan andil sebesar 0,58 poin persentase terhadap inflasi nasional yang mencapai 3,28%.</p>
<p>BBM menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar dari kelompok transportasi. Harga bahan bakar mengalami inflasi tahunan sebesar 6,67% dengan andil 0,31 poin persentase terhadap inflasi nasional.</p>
<p>Berikutnya, tarif angkutan udara mengalami kenaikan tahunan sebesar 15,25% dan memberikan andil 0,10 poin persentase. Sementara itu, pelumas atau oli mesin mencatat inflasi 19,15% dengan kontribusi 0,04 poin persentase.</p>
<p>Komoditas lain yang turut memengaruhi inflasi transportasi adalah sepeda motor, biaya pemeliharaan kendaraan, dan mobil. Masing-masing mencatat kenaikan tahunan sebesar 3,01%, 3,54%, dan 1,53%, dengan andil sekitar 0,03 poin persentase per komoditas.</p>
<h2>Tarif Pesawat Turun secara Bulanan meski Naik secara Tahunan</h2>
<p>Menariknya, pergerakan tarif angkutan udara pada September 2026 menunjukkan kondisi berbeda jika dilihat berdasarkan periode pengukuran.</p>
<p>Meskipun secara tahunan tarif pesawat mengalami inflasi 15,25%, secara bulanan komoditas tersebut justru memberikan andil deflasi.</p>
<p>BPS menjelaskan bahwa penurunan bulanan tersebut terutama dipengaruhi berakhirnya masa liburan sekolah. Pada saat yang sama, fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar penerbangan kembali meningkat menjadi 40% pada September, setelah berada di level 30% pada Agustus 2026.</p>
<p>Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo Manuhutu, menilai kebijakan transportasi perlu berjalan selaras dengan sektor energi, fiskal, perdagangan, dan industri.</p>
<p>Menurutnya, perubahan harga energi dapat meningkatkan biaya operasional transportasi sekaligus memengaruhi distribusi barang. Oleh sebab itu, pengendalian inflasi perlu diarahkan pada sumber kenaikan biaya sesuai kewenangan masing-masing instansi.</p>
<p>The post <a href="https://duniaheadline.com/transportasi-punya-bobot-1194-dalam-ihk-tiket-pesawat-berkontribusi-berapa/">Transportasi Punya Bobot 11,94% dalam IHK, Tiket Pesawat Berkontribusi Berapa?</a> appeared first on <a href="https://duniaheadline.com">DuniaHeadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harga Pangan dan Emas Melandai, Inflasi Oktober 2026 Diprediksi Lebih Rendah</title>
		<link>https://duniaheadline.com/harga-pangan-dan-emas-melandai-inflasi-oktober-2026-diprediksi-lebih-rendah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Harley]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2026 20:16:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi/Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Bank Mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[BPS]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[harga beras]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[indeks harga konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[inflasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Inflasi Oktober 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://duniaheadline.com/?p=2751</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA, Duniaheadline – Tekanan inflasi di Indonesia diperkirakan mulai mereda pada Oktober 2026. Penurunan harga sejumlah komoditas,...</p>
<p>The post <a href="https://duniaheadline.com/harga-pangan-dan-emas-melandai-inflasi-oktober-2026-diprediksi-lebih-rendah/">Harga Pangan dan Emas Melandai, Inflasi Oktober 2026 Diprediksi Lebih Rendah</a> appeared first on <a href="https://duniaheadline.com">DuniaHeadline</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []"><strong>JAKARTA, <a href="https://duniaheadline.com/"><span dir="auto">Duniaheadline</span></a><span dir="auto"> – </span></strong>Tekanan inflasi di Indonesia diperkirakan mulai mereda pada Oktober 2026. Penurunan harga sejumlah komoditas, termasuk daging ayam, telur, dan emas perhiasan, menjadi faktor yang diperkirakan menahan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK).</p>
<p>Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., Andry Asmoro, memperkirakan inflasi bulanan Oktober berada di level 0,19%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi September 2026 yang mencapai 0,30%.</p>
<p>Secara tahunan, inflasi diproyeksikan berada di kisaran 3,19%, melandai dari posisi 3,28% pada bulan sebelumnya.</p>
<h2>Penurunan Harga Pangan Menahan Laju Inflasi</h2>
<p>Andry menjelaskan bahwa meredanya tekanan pada kelompok pangan bergejolak atau <em>volatile food</em> menjadi salah satu faktor utama perlambatan inflasi.</p>
<p>Kelompok tersebut diperkirakan mengalami inflasi sebesar 0,80% secara bulanan pada Oktober, lebih rendah dibandingkan 1,46% pada September.</p>
<p>Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya sumbangan kenaikan harga cabai rawit terhadap inflasi. Kontribusinya diperkirakan turun menjadi 0,03 poin persentase, dari sebelumnya 0,12 poin persentase.</p>
<p>Di sisi lain, harga daging ayam dan telur ayam ras tercatat memberikan kontribusi deflasi masing-masing sebesar 0,03 dan 0,01 poin persentase.</p>
<p>Proyeksi tersebut disampaikan Andry dalam laporan Macro Preview Office of Chief Economist (OCE) Bank Mandiri yang dikutip pada Minggu (1/11/2026).</p>
<h2>Harga Emas Turut Menekan Inflasi Inti</h2>
<p>Selain pangan, komponen inflasi inti juga diperkirakan mengalami perlambatan. Bank Mandiri memproyeksikan inflasi inti mencapai 0,08% secara bulanan dan 2,52% secara tahunan.</p>
<p>Penurunan harga emas perhiasan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan komponen tersebut. Komoditas ini diperkirakan memberikan kontribusi deflasi sebesar 0,03 poin persentase.</p>
<p>Kondisi tersebut sejalan dengan Mandiri Spending Index (MSI) yang mencatat kontraksi tipis sebesar 0,1% secara bulanan. Pada periode yang sama, rata-rata nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan sekitar 1,2%.</p>
<p>Sementara itu, kelompok harga yang diatur pemerintah atau <em>administered prices</em> diperkirakan mengalami deflasi ringan sebesar 0,10% secara bulanan. Penurunan tarif angkutan udara menjadi salah satu pendorongnya, sedangkan harga BBM nonsubsidi tidak mengalami perubahan selama Oktober.</p>
<h2>Ekonom BCA Perkirakan Inflasi Oktober Lebih Terkendali</h2>
<p>Perkiraan perlambatan inflasi juga disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk., David Sumual. Ia memperkirakan inflasi Oktober berada di level 0,14% secara bulanan dan 3,14% secara tahunan.</p>
<p>Untuk inflasi inti, David memproyeksikan angka sebesar 0,04% secara bulanan dan 2,47% secara tahunan.</p>
<p>Menurutnya, melemahnya kenaikan harga emas menjadi salah satu faktor yang menahan inflasi inti. Ia juga melihat tekanan dari komoditas pangan relatif terbatas, terutama karena penurunan harga daging ayam dapat mengimbangi kenaikan sejumlah bahan pangan lainnya.</p>
<p>Meski demikian, harga cabai masih menunjukkan kenaikan yang cukup tinggi di pasaran sehingga tetap menjadi salah satu komoditas yang perlu diperhatikan.</p>
<p>Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan realisasi inflasi Oktober 2026 pada Senin (2/11/2026) siang. Angka resmi tersebut akan menjadi acuan untuk melihat apakah perkembangan harga konsumen sesuai dengan proyeksi para ekonom.</p>
<p>The post <a href="https://duniaheadline.com/harga-pangan-dan-emas-melandai-inflasi-oktober-2026-diprediksi-lebih-rendah/">Harga Pangan dan Emas Melandai, Inflasi Oktober 2026 Diprediksi Lebih Rendah</a> appeared first on <a href="https://duniaheadline.com">DuniaHeadline</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
