JAKARTA, Duniaheadline – Indonesia dipastikan menjadi salah satu tuan rumah dalam perhelatan turnamen anyar bertajuk Piala ASEAN FIFA. Kehadiran kompetisi baru ini awalnya mendapat sambutan meriah dari publik Tanah Air. Namun, euforia tersebut kini mulai ternoda oleh sejumlah kejanggalan prosedural. Rangkaian proses penentuan tim peserta hingga mekanisme teknis penyelenggaraannya dinilai sangat mendadak dan jauh dari standar profesionalisme FIFA.
Absennya Suara Resmi FIFA dalam Publikasi Peserta
Ada sebuah “kekosongan” yang cukup ganjil dalam serangkaian proses awal turnamen ini. Tidak seperti biasanya, jejak kehadiran FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia dan pemilik sah lisensi turnamen nyaris tidak terasa oleh publik.
Fenomena yang paling mencolok adalah soal pengumuman daftar tim kontestan. Seharusnya, federasi dunia tersebut menjadi satu-satunya rujukan utama yang merilis skuad peserta secara terpusat. Kenyataannya, masyarakat justru dibuat bingung karena harus memburu informasi dari kanal-kanal resmi milik masing-masing federasi negara peserta. Pengumuman demi pengumuman datang tersebar dari segala penjuru tanpa ada koordinasi yang terlihat dari markas besar FIFA, membuat turnamen level internasional ini terkesan kurang terstruktur dari segi komunikasi publik.
Proses Pengundian Dilompati hingga Kejutan Kehadiran Pakistan
Bukan hanya soal publikasi, tata cara teknis ajang ini juga menyisakan tanda tanya besar. Salah satu yang paling disoroti adalah dilompatinya proses pengundian (drawing). Dalam sebuah turnamen resmi, pengundian grup adalah momen sakral yang biasanya digelar secara terbuka dan meriah. Melewatkan tahapan ini jelas menyalahi pakem penyelenggaraan kompetisi FIFA.
Yang tak kalah mengejutkan adalah munculnya nama-nama negara di luar kawasan Asia Tenggara. Keikutsertaan Pakistan, misalnya, muncul secara sangat tiba-tiba dan tanpa ada isu sebelumnya. Masyarakat Indonesia bahkan baru mengetahui bahwa negara Asia Selatan tersebut menjadi bagian dari kontestan Piala ASEAN setelah membaca unggahan di akun media sosial resmi federasi sepak bola mereka (PFF).
Saking mendadaknya, tidak ada satupun keterangan resmi dari FIFA yang menjelaskan alasan di balik penambahan peserta non-ASEAN tersebut. Kondisi serba mendadak ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi penyelenggara, mengingat turnamen dengan embel-embel FIFA seharusnya ditangani dengan level kerapihan dan formalitas yang jauh di atas standar biasa.











