Menu

Dark Mode
5 Fakta Kerusakan Pangkalan AS di Timur Tengah yang Jadi Sorotan Dunia Mahasiswa Berpeluang Lulus Lebih Cepat Lewat BIB Akselerasi DPR Desak DJP Tingkatkan Kinerja Sistem Coretax Industri Bank Respons Skema Baru Pendanaan OJK dari APBN Hasil Indonesian Idol 2026: Ini Top 4 & Jadwal Spekta 12

Internasional

5 Fakta Kerusakan Pangkalan AS di Timur Tengah yang Jadi Sorotan Dunia

badge-check


Laporan kerusakan pangkalan AS di Timur Tengah menjadi perhatian internasional Perbesar

Laporan kerusakan pangkalan AS di Timur Tengah menjadi perhatian internasional

WASHINGTON – Bukti kerusakan fasilitas militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk selama konflik dengan Iran terus bermunculan. Washington bahkan mengakui sejumlah fasilitas militernya terkena serangan di berbagai negara Timur Tengah.

Meski laporan media internasional menyebut sedikitnya 16 pangkalan AS terdampak serangan, Pentagon disebut berupaya membatasi informasi terkait tingkat kerusakan sebenarnya.

Beberapa jam setelah AS meluncurkan “Operasi Epic Fury” pada 28 Februari 2026, Iran langsung melakukan serangan balasan ke berbagai pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi disebut menjadi salah satu target utama serangan Iran.

1. Pemerintah AS Disebut Berusaha Menutupi Kerusakan

Dalam laporan kepada Kongres AS, pejabat senior Pentagon Jules Hurst memperkirakan perang melawan Iran telah menelan biaya sekitar USD25 miliar bagi Washington, sebagian besar untuk penggunaan amunisi militer.

Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menolak menjelaskan apakah angka tersebut termasuk biaya perbaikan pangkalan yang rusak.

Sejumlah anggota parlemen AS menilai angka tersebut tidak realistis karena laporan awal Pentagon menyebut perang sudah menghabiskan sekitar USD11 miliar hanya dalam enam hari pertama.

Media CNN bahkan melaporkan total kerugian termasuk biaya perbaikan fasilitas militer bisa mencapai USD40 miliar hingga USD50 miliar.

Laporan tersebut menyebut serangan Iran menghantam:

  • Gudang senjata
  • Markas komando
  • Hanggar pesawat
  • Infrastruktur komunikasi satelit
  • Landasan pacu
  • Sistem radar
  • Puluhan pesawat militer

Salah satu insiden penting terjadi saat jet tempur F-5 Iran dilaporkan membom Camp Buehring di Kuwait.

Subjudul: Washington Disebut Menunda Publikasi Citra Satelit

Pada pertengahan Maret 2026, perusahaan citra satelit Planet Labs memperpanjang penundaan rilis gambar kerusakan hingga 14 hari.

Bloomberg melaporkan pemerintahan Donald Trump meminta beberapa perusahaan satelit menahan publikasi citra kawasan konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, sejumlah gambar yang beredar di media sosial tetap memperlihatkan kerusakan pada fasilitas militer AS.

2. Pesawat dan Radar AS Jadi Sasaran Utama

Iran disebut fokus menyerang kemampuan udara dan sistem pengawasan militer Amerika Serikat.

Beberapa aset bernilai tinggi yang dilaporkan terkena serangan antara lain:

  • Pesawat E-3 AWACS
  • Jet tempur F-35
  • Jet F-15E
  • Sistem radar jarak jauh
  • Infrastruktur komunikasi satelit

Pesawat E-3 Sentry dilaporkan rusak dalam serangan ke Pangkalan Udara Pangeran Sultan pada 27 Maret 2026.

Selain itu, tiga jet F-15E AS disebut jatuh di Kuwait akibat insiden salah sasaran.

Militer AS juga mengonfirmasi:

  • 13 personel tewas
  • Lebih dari 400 tentara terluka

3. Iran Perluas Serangan ke Berbagai Negara Teluk

Iran terus memperluas serangan ke berbagai fasilitas AS di kawasan Teluk selama konflik berlangsung.

Target yang disebut diserang antara lain:

  • Kamp Arifjan (Kuwait)
  • Pangkalan Udara Pangeran Sultan (Arab Saudi)
  • Pangkalan Udara Sheikh Isa (Bahrain)
  • Fasilitas militer AS di Irak dan UEA

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bahkan mengklaim berhasil menghancurkan peralatan militer Amerika bernilai tinggi dan menargetkan Armada Kelima AS.

Investigasi CNN menyebut serangan rudal dan drone Iran hampir melumpuhkan sistem radar regional AS di Timur Tengah.

Beberapa radar strategis bernilai lebih dari USD1 miliar disebut hancur selama konflik berlangsung.

4. AS Operasikan Sekitar 20 Pangkalan Militer di Timur Tengah

Amerika Serikat diketahui memiliki sekitar 20 pangkalan militer permanen dan sementara di kawasan Timur Tengah.

Pangkalan terbesar adalah:

Pangkalan Udara Al Udeid – Qatar

  • Menampung sekitar 10.000 personel
  • Menjadi markas utama CENTCOM di kawasan

AS juga memiliki pangkalan militer di:

  • Bahrain
  • Mesir
  • Irak
  • Yordania
  • Kuwait
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Uni Emirat Arab

Jumlah personel militer AS di Timur Tengah diperkirakan mencapai lebih dari 50.000 tentara.

5. Daftar Pangkalan AS yang Disebut Diserang Iran

Berikut sejumlah fasilitas militer AS yang dilaporkan terkena serangan rudal dan drone Iran:

  • Naval Support Activity Bahrain
  • Bandara Internasional Erbil, Irak
  • Pangkalan Udara Al-Asad, Irak
  • Kompleks Victory Base, Baghdad
  • Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania
  • Pangkalan Udara Ali Al-Salem, Kuwait
  • Camp Buehring, Kuwait
  • Camp Arifjan, Kuwait
  • Pangkalan Angkatan Laut Mohammed Al-Ahmad, Kuwait
  • Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar
  • Pangkalan Udara Al-Dhafra, UEA
  • Pelabuhan Jebel Ali, UEA
  • Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi

Sebagian serangan telah dikonfirmasi pejabat AS dan media internasional, sementara lainnya masih berdasarkan klaim Iran.

Ketegangan Timur Tengah Kian Meningkat

Selain menyerang fasilitas militer AS, Iran juga disebut menargetkan infrastruktur minyak dan gas di kawasan Teluk.

Negara-negara Teluk kini mulai mengambil langkah antisipasi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan gangguan distribusi energi global.

CNN melaporkan beberapa negara Teluk mulai mempertimbangkan diversifikasi aliansi internasional di luar Amerika Serikat.

Sementara itu, Uni Emirat Arab disebut mulai mempertimbangkan perdagangan minyak menggunakan yuan China akibat tekanan konflik berkepanjangan di kawasan.

Konflik AS-Iran di Timur Tengah memicu kerusakan besar pada sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat.

Meski Pentagon dinilai membatasi informasi resmi, berbagai laporan media internasional menunjukkan dampak konflik jauh lebih besar dibanding yang diungkap ke publik.

Read More

Cara Pelaku Penembakan Masuk Acara Donald Trump Bikin Kaget

26 April 2026 - 18:19 WIB

pengamanan ketat acara Donald Trump

Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi?

12 April 2026 - 16:04 WIB

ilustrasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran

Panas! Wapres AS Tuduh Tuntutan Iran Ditulis ChatGPT

9 April 2026 - 11:42 WIB

ilustrasi ketegangan Amerika Serikat dan Iran terkait tuduhan penggunaan AI

Iran dan AS Mulai Sepakat Gencatan Senjata, Negosiasi Masih Berlanjut

6 April 2026 - 14:50 WIB

ilustrasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah

Iran Izinkan Tanker Thailand Lewat Hormuz Usai Negosiasi

29 March 2026 - 11:48 WIB

Kapal tanker Thailand melintasi Selat Hormuz
Trending on Internasional