Menu

Dark Mode
Resmi! Gaji Pensiunan PNS 2026 Naik, Ini Rincian Lengkapnya Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi? Lindi Fitriyana pamer hamil besar usai sebulan nikah, Virgoun justru beri reaksi tak terduga Terungkap! OTT KPK Jaring Bupati Gatut Sunu dan Sejumlah Pihak Fakta Mengejutkan! Pemain Naturalisasi Terbentur Aturan Liga Eropa Panas! Wapres AS Tuduh Tuntutan Iran Ditulis ChatGPT

Internasional

Mengapa Selat Hormuz Krusial bagi Harga Minyak Dunia?

badge-check


Selat Hormuz menjadi jalur strategis pengiriman minyak mentah dari Teluk Persia ke pasar global. Perbesar

Selat Hormuz menjadi jalur strategis pengiriman minyak mentah dari Teluk Persia ke pasar global.

 Jakarta DUNIAHEADLINE ) –  Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu respons cepat dari Teheran. Serangan balasan Iran dilaporkan menyasar berbagai aset di kawasan, termasuk di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Yordania, Arab Saudi, Irak, dan Oman.

Situasi ini memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Para analis memperingatkan potensi lonjakan harga minyak dunia setelah pejabat Iran mengisyaratkan kemungkinan penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Ancaman di Selat Hormuz

Melansi Al Jazeera, Rabu, 3 Maret 2026, seorang pejabat Uni Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menerima transmisi frekuensi sangat tinggi (VHF) dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran yang menyatakan, tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz.

Meski demikian, pejabat tersebut menambahkan bahwa Iran belum secara resmi menutup jalur tersebut. Namun, sejumlah pemilik kapal tanker dilaporkan telah menangguhkan pengiriman minyak dan gas di tengah konflik.

“Kapal-kapal kami akan tetap di tempatnya selama beberapa hari,” kata seorang eksekutif senior di sebuah perusahaan perdagangan besar kepada Reuters dengan syarat anonim.

Negara seperti Yunani juga telah menyarankan armadanya untuk menghindari jalur tersebut. Ketidakstabilan di Selat Hormuz dinilai berpotensi mengguncang ekonomi global.

Di mana letak Selat Hormuz dan mengapa penting?

Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Uni Emirat Arab di satu sisi, serta Iran di sisi lainnya. Jalur ini menghubungkan Teluk Arab dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

Dengan lebar hanya sekitar 33 km di titik tersempit dan jalur pelayaran efektif sekitar 3 km di masing-masing arah, Selat Hormuz sangat rentan terhadap gangguan keamanan.

Meski sempit, jalur ini mampu dilalui kapal tanker minyak terbesar di dunia. Negara-negara eksportir utama seperti Iran, Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA sangat bergantung pada selat ini untuk menyalurkan energi ke pasar global.

20 juta barel minyak lewat setiap hari

Menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA), sekitar 20 juta barel minyak per hari melewati Selat Hormuz pada 2024. Nilainya mencapai sekitar USD500 miliar dalam perdagangan energi tahunan global.

Selain minyak mentah, sekitar seperlima pengiriman gas alam cair (LNG) global juga melewati koridor ini. Qatar menjadi salah satu eksportir utama LNG melalui jalur tersebut.

Sebagian besar ekspor energi itu mengalir ke Asia. Sekitar 84 persen minyak mentah dan 83 persen LNG yang melewati Selat Hormuz ditujukan untuk pasar Asia, termasuk China, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Dampak langsung ke harga minyak

Muyu Xu, analis minyak mentah senior di Kpler, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa lalu lintas kapal di selat tersebut menurun tajam sejak konflik dimulai.

“Selat Hormuz sangat penting bagi pasar energi global, karena sekitar 30 persen minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut melewati jalur air ini. Selain itu, hampir 20 persen bahan bakar jet global dan sekitar 16 persen aliran bensin dan nafta juga melewati Selat ini,” kata Muyu.

“Hal ini diperkirakan akan secara tajam meningkatkan reli harga minyak dan dapat mempertahankan harga tetap tinggi untuk jangka waktu yang lama, berpotensi lebih lama daripada selama konflik Juni lalu,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur proyek Iran di International Crisis Group Ali Vaez, mengatakan kepada Al Jazeera, penutupan Selat Hormuz akan mengganggu sekitar seperlima perdagangan minyak global dalam semalam dan harga tidak hanya akan melonjak, tetapi akan meroket tajam hanya karena ketakutan.

“Guncangan itu akan berdampak jauh melampaui pasar energi, memperketat kondisi keuangan, memicu inflasi, dan mendorong ekonomi yang rapuh semakin dekat ke resesi dalam hitungan minggu,” jelasnya.

Ancaman inflasi global

Ekonom di Capital Economics, Hamad Hussain memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak bisa memperparah inflasi global.

“Jika harga minyak mentah naik menjadi USD100 per barel dan tetap pada level tersebut untuk sementara waktu, itu dapat menambah 0,6-0,7 persen pada inflasi global,” katanya.

Menurutnya, kondisi ini dapat memperlambat pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral, terutama di negara berkembang yang sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas.

Selat Hormuz bukan sekadar jalur pelayaran biasa. Ia adalah urat nadi energi global. Gangguan sekecil apa pun dapat memicu kepanikan pasar, lonjakan harga minyak, serta tekanan inflasi di berbagai negara.

Selama konflik belum mereda dan ancaman penutupan masih membayangi, pasar energi dunia diperkirakan akan tetap berada dalam tekanan tinggi.

Read More

Resmi! Gaji Pensiunan PNS 2026 Naik, Ini Rincian Lengkapnya

13 April 2026 - 11:50 WIB

PNS, ASN, Gaji Pensiun, Pemerintah, Keuangan, Indonesia

Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi?

12 April 2026 - 16:04 WIB

ilustrasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran

Panas! Wapres AS Tuduh Tuntutan Iran Ditulis ChatGPT

9 April 2026 - 11:42 WIB

ilustrasi ketegangan Amerika Serikat dan Iran terkait tuduhan penggunaan AI

Iran dan AS Mulai Sepakat Gencatan Senjata, Negosiasi Masih Berlanjut

6 April 2026 - 14:50 WIB

ilustrasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di Timur Tengah

Aset Asuransi Komersial Nyaris Rp1.000 Triliun, Tumbuh 8,57%

6 April 2026 - 14:42 WIB

ilustrasi pertumbuhan aset industri asuransi komersial Indonesia
Trending on Bisnis