Menu

Dark Mode
Ruben dan Sarwendah Berselisih soal Biaya Renovasi Rp11 Miliar Gerakan Rakyat Resmi Daftar ke Kemenkum sebagai Parpol Kaesang Pangarep Siap Maju Pileg 2029 dari Dapil Puan Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik, Ini Langkah Pemerintah Baru Menjabat 2025, Direktur RANS Pilih Mundur Dubes Dipanggil, AS-Malaysia Hadapi Krisis Diplomatik

Ekonomi Digital

Aduan Konsumen PMSE, Kemendag Panggil Shopee

badge-check


					Kemendag memanggil Shopee untuk membahas aduan konsumen PMSE terkait layanan dan perlindungan pengguna platform. Perbesar

Kemendag memanggil Shopee untuk membahas aduan konsumen PMSE terkait layanan dan perlindungan pengguna platform.

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) meminta klarifikasi kepada Shopee menyusul sejumlah pengaduan konsumen terkait transaksi perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan konsumen di tengah tingginya aktivitas belanja daring masyarakat.

Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag, Immanuel Tarigan Sibero, mengatakan pengaduan yang diterima mencakup ketidaksesuaian barang dengan pesanan, kendala selama proses transaksi, hingga masalah pada layanan pembayaran digital.

“Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari fungsi pembinaan guna memastikan pelaku usaha menjalankan kegiatan usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta memenuhi hak-hak konsumen dalam transaksi PMSE,” kata Immanuel dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Kemendag Soroti Perlindungan Konsumen Digital

Ia menjelaskan, sebagai salah satu platform PMSE yang digunakan luas oleh masyarakat, Shopee memiliki posisi penting dalam menjaga tingkat kepercayaan konsumen sekaligus menciptakan ekosistem perdagangan digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Kemendag juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dan berhati-hati saat bertransaksi secara daring. Konsumen diminta memastikan spesifikasi barang sesuai, memahami syarat serta ketentuan transaksi, dan menyimpan bukti transaksi apabila sewaktu-waktu muncul kendala.

Selain itu, konsumen diimbau membaca informasi produk secara cermat, melakukan transaksi dengan jujur, memenuhi kewajiban pembayaran sesuai kesepakatan, serta mengikuti proses penyelesaian sengketa sesuai aturan yang berlaku.

Shopee Klaim Aduan Sudah Ditindaklanjuti

Sementara itu, pihak Shopee melalui Government Relation Shopee, Jean Dona Tammara, menyampaikan bahwa seluruh pengaduan yang diterima telah ditindaklanjuti.

Penanganan yang dilakukan antara lain berupa pengembalian dana kepada konsumen, penghapusan tagihan ShopeePayLater, pemberian kompensasi, hingga mediasi dengan merchant terkait proses pengembalian barang.

Namun demikian, terdapat sejumlah laporan yang tidak dapat diproses lebih lanjut setelah hasil verifikasi menunjukkan adanya indikasi penipuan yang dilakukan oleh konsumen.

Bagi masyarakat yang mengalami kendala transaksi, pengaduan dapat disampaikan melalui layanan pelanggan Shopee, baik lewat sambungan telepon, fitur Customer Service dan Live Chat di aplikasi, maupun melalui akun media sosial resmi platform tersebut.

Jika permasalahan belum terselesaikan, konsumen dapat melapor ke Direktorat Pemberdayaan Konsumen Kementerian Perdagangan dengan menyertakan identitas, kronologi kejadian, dan bukti pendukung agar dapat ditindaklanjuti lebih lanjut.

Read More

Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik, Ini Langkah Pemerintah

26 July 2026 - 11:49 WIB

Masyarakat mengurus administrasi di kantor BPJS Kesehatan.

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Berlaku 24 Juli 2026

25 July 2026 - 12:38 WIB

Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina.

Hotman Paris Resmi Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

23 July 2026 - 15:48 WIB

Hotman Paris memberikan pernyataan kepada awak media.

Sudaryono Gantikan Nanik di BGN, Disorot Media Asing

22 July 2026 - 15:51 WIB

Nanik saat menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Deretan Kepala Daerah Jateng Terkena OTT KPK

16 July 2026 - 11:30 WIB

Ilustrasi Gedung KPK dengan latar peta Provinsi Jawa Tengah.
Trending on Hukum