JAKARTA, Duniaheadline – Keberadaan tenda prajurit TNI di sebuah lahan kosong di kawasan Jakarta Pusat baru-baru ini menjadi sorotan publik. Muncul dugaan bahwa tenda tersebut berdiri di lahan milik ormas GRIB Jaya, namun pihak TNI Angkatan Darat (AD) membantah keras anggapan tersebut dan membeberkan fakta sebenarnya.
Berawal dari Unggahan Foto yang Menimbulkan Salah Paham
Polemik ini mencuat setelah beredar foto di media sosial pada Senin (7/9/2026). Dalam foto tersebut, nampak dua tenda prajurit dan sejumlah anggota TNI yang sedang bertugas mengenakan seragam dinas.
Yang menjadi sorotan adalah keberadaan sebuah plang di depan area tersebut bertuliskan “Dalam Pengawasan Tim Hukum dan Advokasi DPP GRIB Jaya”. Letak plang yang terlihat berdekatan dengan tenda prajurit tersebut memicu asumsi publik bahwa pasukan TNI berada di dalam atau di atas lahan milik GRIB Jaya.
TNI AD: Prajurit Bertugas Amankan Aset Kementerian Pertahanan
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan bahwa narasi yang beredar adalah keliru. Ia menegaskan bahwa keberadaan prajurit tersebut tidak memiliki kaitan sama sekali dengan GRIB Jaya.
“Jadi faktanya adalah para prajurit berada di atas lahan milik Kementerian Pertahanan RI c.q. Kodam Jaya/Jayakarta, dalam rangka melaksanakan tugas pengamanan dan penguasaan aset,” jelas Donny saat dikonfirmasi, Minggu (6/9).
Plang Berada di Lahan Bersebelahan, Efek Sudut Pandang Kamera
Donny menjelaskan lebih lanjut bahwa plang GRIB Jaya sebenarnya berdiri di lahan yang berbeda, tepat di sebelah lahan milik Kemenhan yang dijaga oleh prajurit. Perselisihan persepsi ini muncul lantaran sudut pengambilan gambar yang membingungkan publik.
“Sudut pengambilan gambar dari arah tertentu menyebabkan papan tersebut terlihat seolah-olah berada dalam satu bidang dengan keberadaan prajurit. Kondisi tersebut tidak menggambarkan posisi lahan yang sebenarnya,” ucap Donny.
Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik agar tidak timbul salah paham yang merugikan pihak-pihak terkait. “Kami berharap penjelasan ini memberikan gambaran utuh sehingga informasi yang berkembang tidak menimbulkan persepsi yang berbeda dari kondisi sebenarnya di lapangan,” pungkasnya.












