Menu

Dark Mode
Buyback Emas Antam Menguat 9,19% Hari Ini Ratu Sofya Disebut Dipaksa Main Adegan Dewasa, Ini Faktanya Pascal Struijk Jadi Opsi Mewah untuk Lini Belakang Timnas Indonesia Aduan Konsumen PMSE, Kemendag Panggil Shopee Kurs Rupiah Turun ke Rp17.630 Usai Pertemuan Xi-Trump Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Finis P8

Ekonomi

Buyback Emas Antam Menguat 9,19% Hari Ini

badge-check


Harga buyback emas Antam tercatat menguat hingga Minggu (24/5) di tengah pergerakan harga emas global. Perbesar

Harga buyback emas Antam tercatat menguat hingga Minggu (24/5) di tengah pergerakan harga emas global.

JAKARTA – Harga buyback emas Antam tercatat mengalami kenaikan 9,19 persen sepanjang periode berjalan 2026. Berdasarkan data Logam Mulia pada Minggu (24/5/2026), harga buyback emas Antam tidak mengalami perubahan dibandingkan hari sebelumnya dan tetap berada di level Rp2.577.000 per gram.

Meski demikian, posisi tersebut masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) yang sempat menyentuh Rp2.989.000 per gram pada akhir Januari 2026.

Harga buyback menjadi acuan pembelian kembali emas oleh PT Aneka Tambang Tbk berdasarkan ukuran 1 gram.

Buyback emas sendiri merupakan transaksi penjualan kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, emas batangan, maupun perhiasan. Umumnya, harga buyback lebih rendah dibanding harga jual emas pada hari yang sama.

Namun demikian, transaksi buyback masih dapat memberikan keuntungan apabila terdapat selisih yang cukup besar antara harga jual dan harga buyback.

Harga Emas Global Masih Jadi Penopang

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP.

Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.

Pergerakan harga buyback emas Antam dan harga emas Antam ukuran 1 gram diketahui sangat dipengaruhi oleh harga logam mulia di pasar global.

Sebelumnya, Goldman Sachs kembali menegaskan target harga emas mencapai US$5.400 per ons pada akhir 2026. Namun, lembaga investasi tersebut juga mengingatkan adanya potensi tekanan jangka pendek apabila investor terpaksa menjual aset likuid untuk memperoleh dana tunai saat pasar mengalami tekanan.

Pada akhir Januari lalu, ketika harga emas menembus rekor baru di atas US$5.000 per ons, analis Goldman Sachs yang dipimpin Daan Struyven dan Lina Thomas menaikkan proyeksi harga emas Desember 2026 menjadi US$5.400 per ons.

Menurut mereka, kenaikan proyeksi tersebut didorong keyakinan bahwa investor swasta masih akan mempertahankan emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko kebijakan makro global hingga akhir tahun.

Para analis juga menilai posisi lindung nilai terhadap emas saat ini berbeda dengan periode sebelumnya karena berkaitan dengan isu keberlanjutan fiskal global, sehingga cenderung lebih sulit berubah dalam waktu dekat.

Read More

Aduan Konsumen PMSE, Kemendag Panggil Shopee

21 May 2026 - 11:44 WIB

aplikasi Shopee dan logo Kemendag terkait aduan konsumen PMSE.

Kurs Rupiah Turun ke Rp17.630 Usai Pertemuan Xi-Trump

18 May 2026 - 11:39 WIB

uang rupiah dan dolar AS di tengah sentimen global akibat konflik Iran dan pertemuan Xi Jinping dengan Donald Trump.

Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp17.614

15 May 2026 - 11:49 WIB

nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di layar perdagangan pasar keuangan.

DPR Desak DJP Tingkatkan Kinerja Sistem Coretax

1 May 2026 - 11:12 WIB

sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak

Industri Bank Respons Skema Baru Pendanaan OJK dari APBN

30 April 2026 - 11:12 WIB

aktivitas perbankan Indonesia
Trending on Bisnis