JAKARTA, Duniaheadline – Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kian memanas. Di tengah gelaran sidang mediasi gugatan hak asuh anak yang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pasangan eks suami istri ini justru saling serang soal dana renovasi rumah mewah mereka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Klaim Ruben Onsu: Terpaksa Berutang Puluhan Miliar untuk Kebutuhan Sarwendah
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, membongkar bahwa kliennya harus menanggung utang bank lebih dari Rp10 miliar hanya untuk mengabulkan keinginan Sarwendah yang menghendaki renovasi rumah tersebut. Meski awalnya enggan, Ruben akhirnya rela menjaminkan sertifikat rumah itu untuk mendapatkan dana pinjaman.
Dari pinjaman pokok senilai Rp10,1 miliar tersebut, Ruben langsung mengalirkan dananya untuk membayar kontraktor—yang tak lain adalah mendiang ayah kandung Sarwendah. Totalnya, ada 46 kali transaksi transfer senilai Rp250 juta yang dikirim ke rekening ayah Sarwendah, yang membuat akumulasi biaya membengkak hingga Rp11,1 miliar.
Ironisnya, meski Ruben sudah mengosongkan rumah tersebut usai pisah rumah pada 2024, ia masih harus memikul beban cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan hingga saat ini. Minola menegaskan bahwa meski kondisi kredit sedang tidak lancar, pihaknya belum pernah menerima surat resmi dari bank soal rencana pelelangan aset tersebut.
Bantahan Sarwendah: Biaya Sudah Clear via Akta Notaris
Pihak Sarwendah tidak tinggal diam menanggapi narasi tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, ia menuding kubu Ruben sengaja memelintir fakta. Chris memperinci bahwa dana Rp11 miliar yang dimaksud bukanlah murni bayaran jasa kontraktor, melainkan biaya keseluruhan proyek yang sudah termasuk pembelian material bangunan.
Chris menilai pembahasan soal biaya ini sudah seharusnya ditutup. Pasalnya, kesepakatan pembiayaan rumah tersebut telah diformalkan secara hukum melalui Akta Nomor 39 yang dibuat di hadapan notaris. Ia menyesalkan kubu Ruben membangun framing jelek dengan membuka kembali masalah ini, apalagi sampai menyeret nama mendiang ayah Sarwendah yang wafat pada Juli 2025 lalu.
Menanggapi kritik soal penyeretan nama mendiang ayah Sarwendah, Minola membantah bahwa pihaknya yang memulai. Ia menjelaskan bahwa pengungkapan fakta ini sebenarnya merupakan bentuk klarifikasi atas pernyataan Sarwendah sendiri di siniar podcast Richard Lee pada Oktober 2024 silam.
Kala itu, Sarwendah menyinggung soal status rumah dan menyiratkan bahwa biaya renovasi dibayar oleh ayahnya, sementara ia yang mengurus perabotan rumah tangganya. Menurut Minola, pihak Ruben hanya merasa perlu meluruskan informasi yang dianggap tidak sesuai dengan realita pembiayaan di lapangan.











