JAKARTA, Duniaheadline – PT Pertamina Patra Niaga secara resmi melakukan penyesuaian harga untuk bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi pada Sabtu (1/8). Koreksi harga kali ini memberikan sedikit angin segar, di mana tiga jenis produk bensin beroktan tinggi kompak mengalami penurunan.
Tiga Varian BBM Non-Subsidi Kompak Turun Harga
Dilansir dari laman resmi Mypertamina, jenis BBM yang paling banyak digunakan masyarakat, yakni Pertamax (RON 92), kini dibanderol seharga Rp 15.950 per liter. Angka tersebut turun Rp 300 jika dibandingkan dengan harga sebelumnya yang menembus Rp 16.250 per liter.
Penurunan harga juga berlaku untuk Pertamax Green yang turun Rp 400 menjadi Rp 16.600 per liter (dari harga sebelumnya Rp 17.000). Sementara itu, koreksi paling signifikan terjadi pada Pertamax Turbo (RON 98) yang langsung dipangkas Rp 1.000, menjadikannya kini dijual seharga Rp 18.300 per liter.
Berikut adalah rincian lengkap harga BBM Pertamina per 1 Agustus 2026:
- Pertalite: Rp 10.000 (tetap)
- Pertamax: Rp 15.950 (turun Rp 300)
- Pertamax Green: Rp 16.600 (turun Rp 400)
- Pertamax Turbo: Rp 18.300 (turun Rp 1.000)
- Bio Solar: Rp 6.800 (tetap)
- Dexlite: Rp 19.700 (tetap)
- Pertamina Dex: Rp 21.150 (tetap)
Dampak Koreksi Harga Minyak Dunia dan Nilai Tukar Rupiah
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penurunan tarif ini bukanlah kebijakan sepihak, melainkan wujud kepatuhan terhadap arahan pemerintah. Penyesuaian ini dilakukan dengan sangat hati-hati agar tetap menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Lebih lanjut, Kitty menuturkan bahwa kalkulasi harga baru ini mengikuti tren penurunan rata-rata harga minyak mentah global serta mempertimbangkan penguatan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.
“Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta tetap memperhatikan daya beli masyarakat. Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat,” jelas Kitty dalam keterangan tertulisnya.











