JAKARTA, Duniaheadline – Perum Bulog melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah ritel modern, termasuk di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, pada Rabu (5/8/2026). Aksi ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, sebagai langkah proaktif memastikan ketersediaan stok beras premium milik pemerintah di pasaran.
Harga Bersaing dan Ketersediaan Stok yang Terjaga
Rizal menjelaskan bahwa sidak serentak tidak hanya dilakukan di Jakarta, melainkan juga di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Riau, hingga Bali. Hasil pantauan menunjukkan bahwa stok beras premium, termasuk produk Punakawan dan Beefood Sentra, masih tersedia dengan aman.
Keberadaan beras Bulog di gerai ritel modern ini menjadi alternatif penting bagi masyarakat karena dibanderol dengan harga yang sangat kompetitif. Sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), beras premium Bulog dijual seharga Rp 74.500 per kemasan 5 kilogram.
“Jadi, harganya cukup jauh ini (dibanding merek lain). Dengan Anak Raja saja bedanya Rp 20.000 (dijual Rp 94.500). Apalagi dengan Topi Koki, bedanya hampir sekitar Rp 50.000 lebih (dijual Rp 126.900),” ucap Rizal saat meninjau lokasi.
Dampak Kasus Beras Fortifikasi dan Rencana Penyesuaian Cadangan
Kewaspadaan Bulog terhadap stabilitas pasokan ini bukan tanpa sebab. Rizal mengaku mengawasi dengan ketat perkembangan pengujian Satgas Pangan terhadap sejumlah produk beras fortifikasi. Meski penarikan produk tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Satgas Pangan, Bulog bergerak cepat agar tidak terjadi kepanikan dan kekosongan barang di rak retail.
“Kami khawatir dampak dari produk beras fortifikasi ini. Otomatis akan kami antisipasi jangan sampai kosong di pasaran. Kami cek, Alhamdulillah di ritel modern Radio Dalam ini ternyata masih ada beras Bulog,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog saat ini menggilas produksi sekitar 300 ton beras premium per hari secara nasional, dengan alokasi khusus untuk DKI Jakarta mencapai 21 ton per hari.
Ke depan, Rizal menyebut Bulog berencana melakukan strategi baru, yaitu mendorong pengalihan sebagian Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) menjadi beras premium. Langkah ini diambil purely demi melindungi daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Kasihan kepada masyarakat kalau harganya sampai Rp 126.000 per 5 kilo, itu kan terlalu berat untuk masyarakat,” imbuh Rizal.











