JAKARTA, Duniaheadline – Pengusaha jalan tol Jusuf Hamka mengaku telah memborong 61 unit Toyota Land Cruiser FJ pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kendati demikian, PT Toyota-Astra Motor (TAM) menegaskan bahwa hingga saat ini pemesanan resmi untuk kendaraan tersebut belum dibuka.
Belum Buka SPK, TAM Masih Pendataan Calon Pembeli
Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Bansar Maduma, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini baru berada pada tahap mengumpulkan nama-nama yang berminat. Data tersebut nantinya akan dijadikan acuan bagi perusahaan untuk menentukan jumlah pasokan ke Indonesia.
“Ya, ini kan juga baru ya. Kita juga belum buka SPK. Kita masih mengambil atau menulis nama-nama customer yang berminat,” ujar Bansar kepada wartawan di GIIAS 2026, ICE BSD City, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Toyota Indonesia merespons klaim Jusuf Hamka mengenai pemesanan puluhan unit Land Cruiser FJ.
Bansar memastikan bahwa nama Jusuf Hamka telah masuk ke dalam daftar antrean tersebut. Ia pun menyampaikan apresiasi atas antusiasme yang ditunjukkan. Tidak hanya Jusuf, sejumlah tokoh lain, termasuk seorang menteri, juga dilaporkan telah menyatakan ketertarikannya pada model SUV ini.
“Setelah itu, nanti pada saat memang waktunya kita sudah mau akan launching atau semuanya fix, langsung pasti kita minta dealer untuk menghubungi. Dan salah satunya adalah tadi ya, Pak Jusuf Hamka juga sangat tertarik dan terima kasih. Ini merupakan kepercayaan buat kami,” ucap Bansar.
“Pak Jusuf Hamka dan juga Pak Menteri juga sangat tertarik. Yang pasti adalah nanti pada saat memang ini sudah fix, kita akan informasikan ke beliau. Terus nanti pasti akan kita kejar begitu juga supply-nya,” sambungnya.
Minat di Luar Ekspektasi, Kuota Pasokan Masih Dibahas
Toyota mengakui bahwa tingginya minat terhadap Land Cruiser FJ melampaui perkiraan awal mereka. Meski begitu, hingga kini TAM belum bisa memastikan kuota resmi untuk pasar Indonesia karena masih terus berkomunikasi dengan prinsipal terkait kapasitas produksi.
“Jadi belum ada kuota dan kita juga masih terus komunikasi dengan prinsipal kami dan production-nya. Itu bagaimana bisa memaksimalkan pemenuhan semua customer-customer yang sudah menaruh list-nya,” jelas Bansar.
Di sisi lain, Bansar menegaskan bahwa pihaknya harus memastikan kesiapan layanan purnajual terlebih dahulu sebelum resmi menjual kendaraan tersebut. Ketersediaan suku cadang hingga dukungan aftersales menjadi syarat penting agar para konsumen nantinya mendapatkan pengalaman kepemilikan yang optimal.










