Menu

Dark Mode
Deretan Kepala Daerah Jateng Terkena OTT KPK Tuntaskan Perkara Ijazah, 15 Teman Kuliah Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan Tifa Usai Geledah Rumah Bobby Rizaldi, KPK Periksa Lima ASN BPK Pemerintah Cairkan PKH dan Bansos Sembako Mulai 20 Juli Inggris vs Argentina, Big Match Semifinal Piala Dunia 2026 Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Usai Febrie Mundur

Political

Sosok Jenderal TNI yang Diminta Gantikan Presiden

badge-check


Sosok jenderal TNI yang mendapat tugas khusus dari Istana menjadi perhatian publik. Perbesar

Sosok jenderal TNI yang mendapat tugas khusus dari Istana menjadi perhatian publik.

JAKARTA – Sebuah kisah historis yang jarang diketahui publik mengemuka terkait hubungan erat antara Presiden Soekarno dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Ahmad Yani. Pria yang lahir tepat 104 tahun lalu ini, pernah dipercaya oleh Bung Karno sebagai calon pengganti pemimpin tertinggi Indonesia, berdasarkan sebuah wangsit yang diterima saat tidur siang.

Peristiwa unik ini terjadi pada September 1965. Saat itu, Ahmad Yani sedang asyik bermain golf sebelum tiba-tiba mendapat panggilan mendadak dari Istana Negara. Tanpa sempat berganti pakaian, sang jenderal langsung bergegas menemui Presiden Soekarno.

Wangsit Ilahi dan Penolakan Halus Jenderal Yani

Begitu Yani tiba, Soekarno langsung membuka percakapan dengan pengakuan yang mengejutkan. Bung Karno menuturkan bahwa dirinya baru saja mendapatkan wangsit dari Yang Maha Kuasa dalam tidur siangnya. Soekarno menegaskan bahwa apabila suatu hari ia tak lagi bisa menjalankan tugas atau meninggal dunia, Yani-lah yang harus menggantikan posisinya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan ini memicu kejutkan bagi Ahmad Yani. Pria asal Purworejo tersebut tidak serta merta menerima titah tersebut. Dalam hatinya, Yani merasa masih terlalu banyak tokoh politik senior yang jauh lebih layak untuk naik tahta kepresidenan. Bahkan, jika harus diambil dari lingkaran militer, ia menganggap Jenderal A.H. Nasution memiliki senioritas yang lebih tinggi. Namun, Soekarno tetap bersikukuh karena merasa petunjuk yang ia terima sangatlah jelas.

Kepercayaan penuh Soekarno kepada Yani memang memiliki dasar yang kuat. Mengutip karya Harold Crouch dalam Militer dan Politik di Indonesia (1999), Bung Karno sangat menyukai karakter Yani yang fleksibel, terutama sejak Yani dipercaya memegang tampuk KSAD pada 1962. Kedekatan ini juga diperkuat oleh kesaksian ajudan presiden, Maulwi Saelan, dalam bukunya yang terbit pada 2015. Saelan secara gamblang menyebut Ahmad Yani sebagai jenderal yang paling disayangi oleh Soekarno.

Sayangnya, takdir buruk mengakhiri harapan tersebut. Peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S) menjadi titik kelam sejarah bangsa. Mendengar kabar penculikan dan gugurnya para jenderal, Soekarno dilaporkan sangat terpukul, terutama atas kehilangan Yani.

“Mantan Presiden sedih sekali atas nasib para jenderal yang diculik, khususnya Jenderal Ahmad Yani, jenderal yang paling disayanginya,” tulis Saelan merangkum kepedihan Bung Karno.

Alih-alih menjadi Presiden RI kedua seperti harapan wangsit Soekarno, Ahmad Yani justru gugur sebagai pahlawan revolusi. SetelahRentetan pergolakan politik pasca-G30S berlalu, jabatan presiden selanjutnya pada akhirnya diemban oleh Jenderal Soeharto.

Read More

Tuntaskan Perkara Ijazah, 15 Teman Kuliah Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan Tifa

16 July 2026 - 11:13 WIB

Suasana persidangan perkara ijazah Jokowi dengan saksi-saksi dari teman kuliah.

Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Usai Febrie Mundur

14 July 2026 - 11:27 WIB

Istana masih menunggu usulan resmi dari Kejaksaan Agung terkait penunjukan Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus usai Febrie Adriansyah mengundurkan diri.

Prabowo Minta Koruptor Hentikan Praktik Korupsi

13 July 2026 - 11:52 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato mengenai pemberantasan korupsi.

Politik, Perwira Tinggi di Acara Marathon hingga Pemadaman Listrik Jadi Sorotan Publik

23 June 2026 - 11:20 WIB

Kolase isu nasional yang menampilkan kegiatan pejabat, acara marathon, dan kondisi pemadaman listrik.

Prabowo Tinjau Kawasan Perbatasan di Pulau Miangas

10 May 2026 - 11:58 WIB

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau kawasan perbatasan dan bertemu warga di Pulau Miangas, Sulawesi Utara.
Trending on Nasional