Menu

Dark Mode
KPK Tegaskan Kasus Bea Cukai Tetap Berjalan Meski Dedi Congor Jadi Tersangka Viral Dugaan Jessica Mila Masuk Pulau Padar Saat Penutupan, Warganet Pertanyakan Aturan Panduan Lengkap Grand Prix Sepeda Motor: Sejarah, Regulasi, hingga Teknologi Pesanan MBG Dibatalkan, Pedagang Buah di Metro Merugi Jorge Messi, Ayah Lionel Messi, Tutup Usia 68 Tahun Prabowo Ancam Turun Tangan Bila Masalah Daerah Tak Ditangani

Political

Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo

badge-check


Andre Rosiade meminta agar perkara Febrie Adriansyah tidak dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Perbesar

Andre Rosiade meminta agar perkara Febrie Adriansyah tidak dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto.

Jakarta – Ketegangan muncul dalam dinamika hukum yang menjerat mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Juru Bicara Partai Gerindra, Andre Rosiade, secara tegas melarang pengacara kondang Hotman Paris Hutapea untuk menyeret nama Presiden Prabowo Subianto ke dalam perkara tersebut. Andre menekankan bahwa proses hukum yang dialami Febrie berdiri sendiri dan tidak memiliki korelasi dengan Kantor Presiden.

Peringatan Soal Sikap Non-Intervensi Presiden

Andre, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, memastikan bahwa Prabowo memiliki rekam jejak bersih dalam hal menghormati independensi penegakan hukum. Ia mencontohkan sikap konsisten Prabowo yang membiarkan aparat bergerak tanpa tekanan, bahkan ketika yang terkena sanksi adalah wakil menteri atau kepala daerah dari orbit kekuasaannya.

“Saya meminta kepada Hotman Paris, jangan pernah mengaitkan pembelaan terhadap mantan Jampidsus Febrie Adriansyah dengan Presiden Prabowo. Itu sama sekali tidak ada urusannya,” tegas Andre dalam keterangan resminya, Minggu (19/7/2026).

Ia menambahkan, posisi Prabowo saat ini sangat jelas, yakni menjadi garda terdepan yang mendukung pemberantasan tindak pidana tanpa pandang bulu.

Komitmen Antikorupsi Hingga Ultimatum ke Jajaran Kabinet

Andre kemudian memaparkan betula seriusnya pemerintahan saat ini memandang masalah korupsi dan kebocoran anggaran. Prabowo bahkan disebut-sebut sampai memberikan ancaman langsung kepada para menterinya yang bermain api dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Pak Prabowo kerap memberi ultimatum keras kepada anggota kabinet. Beliau menyatakan bahwa pejabat atau menteri yang tidak sepaham dengan komitmen antikorupsi dan berniat mencari keuntungan pribadi dari anggaran negara, dipersilakan untuk keluar dari pemerintahannya,” ujar Sekretaris Fraksi MPR Gerindra ini.

Untuk menekan laju korupsi, Andre mengungkapkan bahwa Presiden gencar mendorong pencegahan lewat pembenahan sistem. Salah satu fokus utamanya adalah meminimalisir kontak fisik dalam pengadaan barang dan jasa lewat penerapan e-katalog dan digitalisasi birokrasi, yang diyakini mampu menutup celah kongkalikong antara pejabat dan pihak swasta.

Kontroversi Pernyataan Hotman Paris Sebelumnya

Pernyataan tegas Andre ini dilontarkan sebagai bentuk respons terhadap narasi yang dibangun oleh Hotman Paris. Pada Jumat (17/7) malam lalu, di hadapan awak media di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Hotman dengan terang-terangan mengklaim bahwa kasus yang menimpa kliennya adalah bentuk kriminalisasi.

Hotman bahkan mencoba menarik garis historis dengan mengaku sudah 25 tahun menjadi pengacara setia Prabowo—mulai dari menangani perkara besar sang presiden hingga adiknya, Hashim Djojohadikusumo, yang ia klaim dilakukannya tanpa bayaran.

Alasan utama Hotman begitu vokal membela Febrie lantaran mantan Jampidsus itu dianggapnya sebagai sosok yang berhasil menyelamatkan uang negara dalam jumlah fantastis. “Jampidsus itu adalah yang dibanggakan oleh Presiden Prabowo. Dia mendapatkan pengembalian kerugian negara Rp 130 triliun, ditambah Satgas PKH Rp 300 triliun. Total Rp 430 triliun kembali ke negara. Bayangkan, orang yang jadi kebanggaan Presiden tiba-tiba dikriminalisasi tanpa pamit sama Presiden,” cetus Hotman saat itu. Ia juga menegaskan bahwa jasanya kali ini benar-benar gratis karena menilai biaya konsultasinya terlalu mahal untuk dibayar oleh Febrie.

Read More

KPK Tegaskan Kasus Bea Cukai Tetap Berjalan Meski Dedi Congor Jadi Tersangka

11 August 2026 - 15:18 WIB

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Digeledah: Ada Dokumen TPPU, Pernah Dijaga TNI

2 August 2026 - 15:00 WIB

Petugas melakukan penggeledahan di sebuah rumah.

Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian bagi Institusi Kejaksaan

31 July 2026 - 13:01 WIB

Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

OTT KPK di Pemalang, Bupati dan 20 Orang Ditangkap

29 July 2026 - 16:37 WIB

Petugas KPK saat melakukan operasi tangkap tangan di Pemalang.

Gerakan Rakyat Resmi Daftar ke Kemenkum sebagai Parpol

26 July 2026 - 17:20 WIB

Pengurus Gerakan Rakyat menyerahkan dokumen pendaftaran ke Kementerian Hukum.
Trending on Political