JAKARTA, Duniaheadline – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengumumkan bahwa cairnya bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako untuk periode triwulan ketiga akan dimulai pada 20 Juli mendatang. Saat ini, Kementerian Sosial tengah menyelesaikan proses verifikasi atas data terbaru penerima bantuan yang telah diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS).
“InsyaAllah dalam waktu dua-tiga hari ini sudah selesai, dan setidak-tidaknya tanggal 20 (Juli) nanti sudah mulai disalurkan,” tegas Gus Ipul dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026).
Gus Ipul menerangkan bahwa pemutakhiran data ini berdampak pada perubahan daftar penerima. Sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebelumnya tetap akan mendapat bantuan, namun ada pula yang dicoret dari daftar, serta adanya penambahan KPM baru yang sebelumnya belum pernah masuk dalam program bansos.
Peran Aktif Daerah dalam Pemutakhiran Data
Tercatat tiga provinsi menempati posisi teratas dalam tingkat keaktifan memutakhirkan data bansos, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta Kota Bekasi. Gus Ipul mengapresiasi langkah ini karena dinilai menunjukkan tingkat kepedulian pemerintah daerah yang memahami betul kondisi riil warganya.
Proses pendataan ini sendiri digelar secara berjenjang. Berawal dari tingkat RT/RW, data kemudian dikelola oleh operator desa atau kelurahan melalui mekanisme musyawarah, sebelum diteruskan ke Dinas Sosial (Dinsos). Setelah disahkan oleh Bupati atau Wali Kota, data tersebut dikirim ke Kemensos untuk kemudian divalidasi oleh BPS. Data tervalidasi inilah yang setiap tiga bulan digunakan sebagai dasar penyaluran bansos oleh Kemensos.
Paradigma Baru: Bansos Sementara, Berdaya Selamanya
Selain penyaluran dana bantuan, pemerintah kini juga mengimplementasikan program pemberdayaan ekonomi bagi para penerima manfaat. Program ini mencakup pelatihan keterampilan seperti menjahit, pembuatan kerajinan tangan, hingga manajemen perdagangan kecil.
Langkah ini merupakan wujud dari paradigma baru yang diusung Presiden Prabowo Subianto, yakni “Bansos Sementara, Berdaya Selamanya”. Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan tunai tidak akan lagi menjadi satu-satunya bentuk dukungan, melainkan akan diiringi dengan upaya penguatan kapasitas ekonomi agar keluarga penerima bantuan dapat meningkatkan taraf hidup dan pada akhirnya mampu naik kelas secara mandiri.










