JAKARTA, Duniaheadline – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan tugas baru kepada Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru. Audie ditunjuk menempati posisi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri, yang merupakan jabatan setingkat bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi.
Profil Unik Brigjen Audie, Satu-satunya Polisi Penerbang Airbus A320
Penugasan ini tertuang dalam Surat Telegram (ST) nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 yang juga memuat rotasi 77 perwira tinggi (Pati) lainnya. Posisi Audie sebagai Kapolda Papua Barat Daya selanjutnya akan digantikan oleh Brigjen Pol Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Riau.
Di balik jabatan barunya, sosok Audie menyimpan sejumlah keahlian yang sangat langka di tubuh Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 ini dikenal memiliki kualifikasi lengkap di berbagai bidang. Ia berpredikat sebagai penerjun payung, penjinak bom, penyelam, ahli menembak, pakar bela diri, hingga memiliki keahlian di bidang IT.
Keahlian paling mencolok yang dimiliki Audie adalah sertifikat penerbang pesawat komersial Airbus A320 dengan lisensi standar Eropa (EASA). Dilansir dari Kompas.id, ia mencatatkan diri sebagai satu-satunya anggota Polri di Indonesia yang memiliki kualifikasi penerbang Airbus tersebut.
Polri: Mutasi Bagian dari Pembinaan Karier dan Kebutuhan Organisasi
Terkait pergeseran jabatan ini, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Ia memastikan bahwa setiap penempatan jabatan baru telah melalui pertimbangan matang.
“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” ujar Johnny dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Johnny menekankan bahwa setiap jabatan adalah amanah. Ia berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan baik, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” pungkas Johnny.










