DUNIA HEADLINE Nama Pascal Struijk kembali menjadi sorotan publik sepak bola Indonesia. Bek tangguh milik Leeds United itu kini berada di persimpangan karier internasional setelah resmi dicoret dari skuad Belgia.
Situasi tersebut membuat peluang Struijk untuk membela Timnas Indonesia semakin terbuka, terutama jika dirinya kembali gagal masuk dalam rencana timnas Belanda menuju Piala Dunia 2026.
Bek berusia 26 tahun itu memang memiliki perjalanan unik dalam karier internasionalnya. Lahir di Deurne, Belgia, Struijk memenuhi syarat membela Belgia. Namun, ia juga pernah memperkuat tim kelompok umur Belanda dan memiliki darah keturunan Indonesia dari garis keluarga ayahnya.
Dicoret Belgia, Nasib Struijk Kini Bergantung pada Belanda
Sempat muncul rumor bahwa Belgia akan segera mengamankan jasa Struijk untuk memperkuat lini pertahanan mereka. Namun, situasi berubah setelah pelatih Rudi Garcia mencoret namanya dari skuad terbaru Belgia.
Keputusan itu dianggap menjadi sinyal bahwa Struijk tidak masuk dalam proyek utama The Red Devils untuk kompetisi mendatang.
Dengan tertutupnya peluang di Belgia, fokus Struijk kini kembali mengarah ke timnas Belanda. Sang pemain sebelumnya pernah membela Belanda di level U-17 dan dikabarkan masih berharap bisa memperkuat skuad Oranje senior.
Sayangnya, persaingan di lini belakang Belanda sangat ketat. Nasib Struijk disebut ikut dipengaruhi kondisi Matthijs de Ligt yang sedang menjalani pemulihan cedera.
Jika De Ligt kembali fit dan mampu tampil maksimal, kemungkinan besar Struijk bakal semakin sulit mendapatkan tempat di skuad asuhan Ronald Koeman untuk Piala Dunia 2026.
PSSI Punya Peluang Besar Amankan Struijk
Situasi tersebut menjadi peluang emas bagi PSSI untuk bergerak. Dengan kualitas dan pengalaman bermain di level tertinggi sepak bola Inggris, Struijk dinilai bisa menjadi tambahan amunisi mewah untuk memperkuat lini belakang Timnas Indonesia.
Program naturalisasi pemain keturunan yang sedang digencarkan PSSI juga membuat nama Struijk terus masuk radar utama.
Apabila peluang membela Belanda semakin menipis, opsi bergabung dengan Timnas Indonesia bisa menjadi pilihan realistis sekaligus menarik bagi sang pemain.
Selain berpeluang tampil reguler sebagai starter utama, Struijk juga berkesempatan menjadi bagian penting proyek besar sepak bola Indonesia menuju level dunia.
Dukungan suporter yang masif serta ambisi Timnas Indonesia mencetak sejarah baru di level internasional menjadi daya tarik tambahan yang sulit diabaikan.
Kini, publik sepak bola Tanah Air tinggal menunggu perkembangan selanjutnya. Akankah Pascal Struijk benar-benar menerima pinangan Timnas Indonesia dan mengenakan seragam Garuda di masa depan?










