Dunia hiburan tanah air baru saja kehilangan salah satu talenta komedi terbaiknya. Simson Rarameha Ngadang, atau yang lebih dikenal luas dengan nama panggung Temon, telah mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 12 Juli 2026, di usia 59 tahun. Kepergian sosok yang akrab dengan candaan khasnya ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawatnya, tak terkecuali sahabat karibnya, Abdel Achrian.
Momen Emosional di Peristirahatan Terakhir
Setelah sempat tertahan di Amerika Serikat saat kabar duka itu tersiar, Abdel Achrian akhirnya kembali ke tanah air dan langsung menyambangi pusara sang sahabat. Dalam momen yang penuh haru tersebut, Abdel terlihat menahan kesedihan saat berdiri di depan makam Temon yang terletak di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Kedatangan Abdel di makam seolah menjadi penuntun rindu bagi persahabatan panjang yang telah mereka jalin selama belasan tahun. Dengan pandangan yang dalam, ia menatap nisan bertuliskan nama sahabatnya itu. Tak banyak kata yang terucap, namun raut wajah Abdel mencerminkan kehilangan yang amat sangat atas sosok yang bukan sekadar rekan kerja, melainkan sudah seperti keluarga bagi dirinya.
Kenangan Indah “Abdel dan Temon”
Nama Abdel Achrian dan Temon memang sulit untuk dipisahkan dalam ingatan para penggemar komedi di Indonesia. Keduanya meraih puncak popularitas melalui sitkom legendaris Abdel dan Temon Bukan Superstar. Chemistry yang terbangun antara “Cing” Abdel dan Temon menjadi hiburan yang dinantikan setiap pekannya di layar kaca.
Bagi Abdel, Temon bukan sekadar pasangan lawak yang punya timing komedi hebat. Dalam berbagai kesempatan, Abdel sering mengenang sosok Temon sebagai ayah yang bijak dan selalu memberikan nasihat-nasihat hidup yang berharga. Bahkan di saat-saat terakhir sebelum meninggal, Temon diketahui sempat merayakan wisuda sang anak dengan penuh kebanggaan, sebuah momen manis yang kini menjadi kenangan indah bagi keluarga yang ditinggalkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/style/foto/bank/originals/Abdel-Achrian-akhirnya-ziarah-ke-makam-Temon-setelah-tiba-dari-Amerika.jpg)
Takdir Memisahkan di Saat Terakhir
Saat berita duka itu pecah pada Minggu pagi, 12 Juli 2026, Abdel tengah berada di New York, Amerika Serikat, untuk menikmati liburan sekaligus menonton konser. Ketidakhadirannya di rumah duka saat prosesi pemakaman sempat membuat publik bertanya-tanya. Namun, sang kakak, Mei, menjelaskan bahwa Abdel sangat terpukul dan meminta keluarga untuk mewakilkan dirinya melayat di kediaman almarhum di Mampang Prapatan.
“Abdel cuma minta tolong, ‘Wakilin dong,‘” ujar Mei saat ditemui awak media kala itu. Meski tak bisa hadir secara fisik di detik-detik terakhir pemakaman, Abdel menunjukkan rasa duka yang mendalam melalui unggahan di media sosial, di mana ia mengunggah emotikon menangis serta ucapan perpisahan singkat namun sangat menyentuh hati.
Sosok Temon di Mata Rekan Kerja
Temon dikenal bukan hanya sebagai komedian, tetapi juga individu yang multitalenta. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini mengawali kariernya sebagai penyiar radio sebelum terjun ke dunia seni peran dan komedi. Rekan komedian lainnya, seperti Mongol dan Bopak Castello, pun turut memberikan penghormatan terakhir dengan mengenang kebaikan dan candaan sang mendiang yang tak pernah kehabisan materi.
Kepergian Temon akibat serangan jantung memang terbilang mendadak, meskipun ia sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Penyakit hipertensi yang telah lama ia idap menjadi faktor yang terus dipantau hingga akhirnya ia berpulang dengan tenang.
Kini, Abdel Achrian harus melanjutkan langkahnya tanpa kehadiran sang partner di sisinya. Namun, warisan tawa dan karya yang pernah mereka ciptakan bersama akan terus hidup di hati masyarakat Indonesia. Selamat jalan, Temon. Karyamu akan selalu abadi











