JAKARTA, Duniaheadline – JAKARTA – Saat Jaime VandenBerg melangkah anggun mewakili Kanada di ajang Miss Universe 2025 di Bangkok pada November lalu, hampir tidak ada yang menyangka bahwa ia tengah menyimpan sebuah rahasia besar. Perempuan berusia 29 tahun tersebut ternyata sedang hamil empat bulan.
Rahasia itu baru terkuak pada 2 Maret 2026, lewat unggahan video Instagram Reel yang memadukan cuplikan penampilannya di panggung dunia dengan momen baby bump-nya yang kian membesar. Meski Organisasi Miss Universe telah melonggarkan aturan sejak 2023 untuk mengizinkan wanita menikah dan ibu berkompetisi, VandenBerg punya alasan tersendiri untuk memilih bungkam.
Alasan di Balik Rahasia dan Kekhawatiran akan Citra Advokasi

VandenBerg mengaku sengaja tidak memberi tahu keluarga maupun pihak organisasi Miss Universe Kanada. Ia memilih merahasiakan kehamilannya demi menjaga privasi di tengah sorotan publik yang begitu intens.
Kabar kehamilan itu pertama kali diketahuinya saat menjalani pemotretan di Mexico City. Meski datang lebih cepat dari ekspektasi bersama kekasihnya, Aaron Hernandez, kabar tersebut tetap disambut suka cita. Sebelum terbang ke Thailand, VandenBerg menjalani USG pertama dan sepakat dengan sang kekasih untuk tidak mengetahui jenis kelamin bayi hingga hari kelahiran.
Alasan utama ia menutupi kondisinya dari sesama kontestan dan panitia bukan semata karena privasi, melainkan demi melindungi reputasi advokasinya. Sebagai penyintas kekerasan yang nyaris merenggut nyawanya pada 2021, VandenBerg telah mendedikasikan diri untuk menyuarakan kesadaran soal kekerasan berbasis gender—sebuah kerja keras yang bahkan mengantarkannya meraih Medali Yubileum Platinum Ratu Elizabeth II.
“Saya merasa kuat bahwa jika saya mengumumkan kehamilan ini secara terbuka, saya berisiko hanya dipandang sebagai ‘kontestan yang sedang hamil’, bukannya dinilai atas kerja keras advokasi, ketangguhan, dan dedikasi satu dekade yang membawa saya ke panggung itu. Saya takut tidak ada lagi yang memperhatikan aksi kemanusiaan saya,” jelas VandenBerg.
Kekhawatiran itu sempat membuatnya ragu berkompetisi. Namun, Hernandez meyakinkannya untuk terus melangkah agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Restu medis pun didapat setelah dokternya meyakinkan bahwa kehamilan bukanlah penyakit dan tubuh VandenBerg yang sudah terbiasa dengan dunia pageant diibaratkan seperti atlet maraton yang siap bertanding.
Strategi Busana hingga Pesan Kekuatan Pasca Melahirkan

Memasuki trimester kedua di Thailand, VandenBerg merasa beruntung karena terhindar dari morning sickness. Untuk menyamarkan perubahan fisiknya, ia menerapkan strategi busana ketat di awal jadwal, lalu beralih ke gaun berbahan elastis.
Situasi ini justru menuai rumor lucu. Alih-alih mencurigai kehamilan, pertumbuhan payudaranya justru membuat sejumlah pihak berspekulasi bahwa ia baru saja melakukan operasi pembesaran—dugaan yang hanya ia tanggapi dengan senyum.
Pengalaman berkompetisi dalam keadaan hamil memberikan perspektif baru baginya, terutama saat membandingkannya dengan penampilannya di Miss World 2024. Ia mencintai kedua fase kehidupannya itu secara setara: satu sisi mendefinisikan puncak kedisiplinan fisik, sisi lain merangkul kekuatan keibuan.
Pada 14 Mei 2026, VandenBerg dan Hernandez menyambut kelahiran putri pertama mereka, Charlotte Nicole Hernandez-VandenBerg. Pasca melahirkan, ia memutuskan pensiun dari dunia pageant dengan rekor mentereng sebagai wanita Kanada pertama yang memenangkan empat gelar nasional utama (Miss Universe, Miss World, Miss International, dan Miss Earth Canada).
Meski kini fokus pada keluarga, VandenBerg menyisakan pesan mendalam bagi perempuan di luar sana agar tidak merasa terpaksa memilih antara ambisi dan peran sebagai ibu.
“Saya berharap para wanita memahami bahwa kehamilan dan menjadi ibu bukanlah akhir dari babak kehidupan yang muda dan penuh ambisi; melainkan sebuah evolusi. Peran sebagai ibu dapat memperdalam sudut pandang Anda, memperkuat tujuan hidup, dan memotivasi Anda untuk mengejar mimpi dengan tekad yang jauh lebih besar,” tutupnya.












