Menu

Dark Mode
Resmi! Gaji Pensiunan PNS 2026 Naik, Ini Rincian Lengkapnya Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi? Lindi Fitriyana pamer hamil besar usai sebulan nikah, Virgoun justru beri reaksi tak terduga Terungkap! OTT KPK Jaring Bupati Gatut Sunu dan Sejumlah Pihak Fakta Mengejutkan! Pemain Naturalisasi Terbentur Aturan Liga Eropa Panas! Wapres AS Tuduh Tuntutan Iran Ditulis ChatGPT

Nasional

Pengibaran Bendera GAM Dinilai Ancam Perdamaian Aceh

badge-check


Pengibaran Bendera GAM tak Boleh Dinormalisasi, Perdamaian Aceh Harus Konsisten Dijaga Perbesar

Pengibaran Bendera GAM tak Boleh Dinormalisasi, Perdamaian Aceh Harus Konsisten Dijaga

DUNIAHEADLINE – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menegaskan bahwa pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di tengah situasi bencana tidak boleh dinormalisasi.

“Bendera GAM memiliki makna ideologis dan politis yang kuat. Simbol tersebut secara historis melekat pada gerakan separatis bersenjata. Oleh karena itu, kemunculannya di ruang publik tidak bisa dianggap sebagai ekspresi biasa,” kata Iwan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Perdamaian Aceh Harus Dijaga Secara Konsisten

Menurut Iwan, situasi perdamaian di Aceh harus dijaga secara konsisten oleh semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, maupun tokoh masyarakat. Ia menegaskan bahwa perdamaian Aceh tidak dicapai dengan mudah.

“Karena perdamaian Aceh tidak dicapai dengan mudah. Perdamaian Aceh dicapai dengan pengorbanan darah dan nyawa,” ujarnya.

Iwan menilai, pengibaran simbol separatis menunjukkan masih adanya sisa ideologi separatis atau indikasi separatisme laten. Negara, kata dia, tidak bisa menormalisasi simbol yang bertentangan dengan prinsip keutuhan dan pelestarian perdamaian.

Jika dibiarkan, tindakan tersebut berpotensi memicu efek domino dan eskalasi simbolik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Aceh.

Eksploitasi Media Sosial dan Situasi Bencana

Lebih lanjut, Iwan menyoroti temuan senjata api dan senjata tajam yang mengubah konteks aksi tersebut dari sekadar simbolik menjadi ancaman nyata terhadap keamanan.

“Ditemukannya senjata api dan senjata tajam mengubah konteks dari simbolik menjadi ancaman keamanan. Kehadiran senjata menunjukkan potensi kekerasan, bukan sekadar ekspresi pendapat. Ini harusnya menjadi alasan kuat bagi aparat untuk bertindak cepat dan terukur,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa aksi di lapangan juga diperkuat oleh hasutan di media sosial. Menurutnya, narasi digital dimanfaatkan untuk menghasut emosi publik dan memelintir persepsi masyarakat.

“Media sosial menjadi media utama separatisme kontemporer,” ujarnya.

Iwan juga menilai bencana banjir bandang dieksploitasi untuk membangun narasi ketidakadilan. Kondisi emosional masyarakat yang tengah berduka dimanfaatkan guna memperbesar risiko konflik horizontal dan delegitimasi negara.

Selain itu, ia menyoroti upaya mendiskreditkan peran negara dalam penanganan bencana, dengan narasi yang kerap mengabaikan peran TNI, Polri, SAR, relawan, serta pemerintah.

“Fakta bantuan dan kerja pemulihan sengaja dihilangkan dari framing. Tujuannya membangun persepsi bahwa negara abai atau menindas,” jelasnya.

Iwan menegaskan perlunya respons yang tegas namun tetap persuasif agar tidak memunculkan trauma masa lalu. Namun demikian, ketegasan tetap diperlukan agar tidak muncul ruang pembenaran separatisme.

“Karena perdamaian di Aceh adalah hasil proses yang panjang dan mahal. Maka, setiap simbol, narasi, dan provokasi yang mengarah ke separatisme mencederai komitmen damai. Menjaga perdamaian berarti menutup semua ruang bagi munculnya simbol konflik masa lalu,” tuturnya.

Read More

Terungkap! OTT KPK Jaring Bupati Gatut Sunu dan Sejumlah Pihak

11 April 2026 - 13:52 WIB

ilustrasi operasi tangkap tangan KPK di daerah

Seskab Teddy Ungkap Rencana Bahas Pemangkasan Gaji Menteri

7 April 2026 - 15:38 WIB

ilustrasi rapat pemerintah membahas kebijakan pemotongan gaji menteri

Harga Pertamax Dijadwalkan Naik per 1 April 2026, Ini Penyebabnya

31 March 2026 - 10:55 WIB

Pengendara mengisi BBM Pertamax di SPBU

Bareskrim Polri Temukan Peredaran Daging Domba Kedaluwarsa di Tangerang

17 March 2026 - 11:27 WIB

Bareskrim Polri mengungkap kasus peredaran daging domba impor kedaluwarsa di Tangerang

Presiden Sebut MBG Bantu Ekonomi Rakyat dan UMKM

17 March 2026 - 11:19 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyebut program MBG memperkuat ekonomi rakyat Indonesia
Trending on Ekonomi