Menu

Otomatis
Breaking News

Ekonomi

Rupiah Melemah, Dolar AS Stabil di Kisaran Rp17.100

badge-check

Rupiah melemah saat dolar AS bertahan di Rp17.100. Perbesar

Rupiah melemah saat dolar AS bertahan di Rp17.100.

JAKARTA, (DUNIAHEADLINE) – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (15/4/2026), di tengah pelemahan dolar AS di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,06% ke posisi Rp17.100/US$. Penguatan ini membalikkan arah pergerakan rupiah setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya masih melemah tipis 0,09% ke level Rp17.110/US$.

Dolar AS Melemah, Rupiah Berbalik Menguat

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau stabil di level 98,125 pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, indeks ini ditutup melemah 0,25%, menandakan tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi faktor eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global yang sedang berada dalam tren pelemahan. Kondisi ini memberi ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat.

Dolar AS sendiri masih bertahan di dekat level terendah dalam enam pekan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah muncul harapan akan dibukanya kembali perundingan antara AS dan Iran, sehingga mendorong sentimen pasar menjadi lebih positif dan minat investor terhadap aset berisiko kembali meningkat.

Harapan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Selasa waktu setempat mengatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang berpeluang dilanjutkan kembali di Pakistan dalam beberapa hari ke depan. Sebelumnya, negosiasi pada akhir pekan dilaporkan gagal, yang sempat memicu Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di sisi lain, Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia masih efektif tertutup sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026. Situasi ini sempat mendorong lonjakan harga minyak dan menekan sentimen investor global.

Selain didorong pelemahan dolar AS, ruang penguatan rupiah juga mendapat sokongan dari pandangan positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Di tengah tekanan geopolitik global, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekonomi Indonesia tetap mendapat pengakuan dari pelaku pasar global dan lembaga multilateral.

Salah satunya datang dari Asian Development Bank (ADB) yang memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2% pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dibanding realisasi 5,1% pada 2025. Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan Asian Development Outlook April 2026: The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and the Pacific.

 

Read More

Bulog Pastikan Pasokan Beras Premium Tetap Aman

6 Aug 2026 - 15:31 WIB

Bulog Pastikan Pasokan Beras Premium Tetap Aman

Tarif Listrik Agustus 2026 Tidak Naik, Cek Daftar Harga Subsidi dan Nonsubsidi

2 Aug 2026 - 14:41 WIB

Tarif Listrik Agustus 2026 Tidak Naik, Cek Daftar Harga Subsidi dan Nonsubsidi

Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Terbaru BBM Pertamina per 1 Agustus

1 Aug 2026 - 12:36 WIB

Harga Pertamax Turun, Ini Daftar Terbaru BBM Pertamina per 1 Agustus

OJK Cabut Izin Usaha 11 Bank Sepanjang Januari hingga Juli 2026

30 Jul 2026 - 11:14 WIB

OJK Cabut Izin Usaha 11 Bank Sepanjang Januari hingga Juli 2026

Harga BBM Nasional Mengunci Angka, Tidak Tersentuh Gejolak Pasar

28 Jul 2026 - 11:46 WIB

Harga BBM Nasional Mengunci Angka, Tidak Tersentuh Gejolak Pasar
Trending on Ekonomi