Menu

Dark Mode
Kurs Rupiah Turun ke Rp17.630 Usai Pertemuan Xi-Trump Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Finis P8 Tiket VIP Konser The Weeknd Tetap Diburu Fans Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp17.614 Polemik Cerdas Cermat MPR Berujung Pertemuan dengan Wapres Jaksa Tuntut Uang Pengganti Rp 5,68 Triliun dalam Kasus Nadiem

Ekonomi

Rupiah Melemah, Dolar AS Stabil di Kisaran Rp17.100

badge-check


Rupiah melemah saat dolar AS bertahan di Rp17.100. Perbesar

Rupiah melemah saat dolar AS bertahan di Rp17.100.

JAKARTA, (DUNIAHEADLINE) – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (15/4/2026), di tengah pelemahan dolar AS di pasar global.

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,06% ke posisi Rp17.100/US$. Penguatan ini membalikkan arah pergerakan rupiah setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya masih melemah tipis 0,09% ke level Rp17.110/US$.

Dolar AS Melemah, Rupiah Berbalik Menguat

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau stabil di level 98,125 pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, indeks ini ditutup melemah 0,25%, menandakan tekanan terhadap dolar AS masih berlanjut.

Pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan dipengaruhi faktor eksternal, terutama dinamika dolar AS di pasar global yang sedang berada dalam tren pelemahan. Kondisi ini memberi ruang bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat.

Dolar AS sendiri masih bertahan di dekat level terendah dalam enam pekan terakhir. Pelemahan ini terjadi setelah muncul harapan akan dibukanya kembali perundingan antara AS dan Iran, sehingga mendorong sentimen pasar menjadi lebih positif dan minat investor terhadap aset berisiko kembali meningkat.

Harapan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Selasa waktu setempat mengatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri perang berpeluang dilanjutkan kembali di Pakistan dalam beberapa hari ke depan. Sebelumnya, negosiasi pada akhir pekan dilaporkan gagal, yang sempat memicu Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Di sisi lain, Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia masih efektif tertutup sejak perang AS-Israel melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026. Situasi ini sempat mendorong lonjakan harga minyak dan menekan sentimen investor global.

Selain didorong pelemahan dolar AS, ruang penguatan rupiah juga mendapat sokongan dari pandangan positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia. Di tengah tekanan geopolitik global, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ekonomi Indonesia tetap mendapat pengakuan dari pelaku pasar global dan lembaga multilateral.

Salah satunya datang dari Asian Development Bank (ADB) yang memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2% pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dibanding realisasi 5,1% pada 2025. Proyeksi tersebut tertuang dalam laporan Asian Development Outlook April 2026: The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and the Pacific.

 

Read More

Kurs Rupiah Turun ke Rp17.630 Usai Pertemuan Xi-Trump

18 May 2026 - 11:39 WIB

uang rupiah dan dolar AS di tengah sentimen global akibat konflik Iran dan pertemuan Xi Jinping dengan Donald Trump.

Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Melemah ke Rp17.614

15 May 2026 - 11:49 WIB

nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di layar perdagangan pasar keuangan.

DPR Desak DJP Tingkatkan Kinerja Sistem Coretax

1 May 2026 - 11:12 WIB

sistem Coretax Direktorat Jenderal Pajak

Industri Bank Respons Skema Baru Pendanaan OJK dari APBN

30 April 2026 - 11:12 WIB

aktivitas perbankan Indonesia

Warga Bekasi Kaget Tagihan PBB Sampai Rp 311 Juta, Biasanya Cuma Rp 200 Ribuan

18 April 2026 - 15:34 WIB

warga bekasi kaget tagihan PBB naik drastis
Trending on Ekonomi