Menu

Dark Mode
Gemilang! Agnes Rahajeng Jadi Borobudur Merah 2026 Seorang Pria Ini Tewas Diduga Lompat dari Jembatan Cangar Hary Tanoe & MNC Dihukum Bayar Rp531 Miliar ke CMNP Temuan Gas Raksasa RI Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Beri Penilaian Karier John Ternus Melejit, Kini Jadi Nahkoda Baru Apple Tanpa Indonesia, Ini 4 Tim yang Lolos ke Semifinal Piala AFF U-17 2026

Energi

Temuan Gas Raksasa RI Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Beri Penilaian

badge-check


Temuan gas raksasa Indonesia menjadi perhatian dunia internasional. Perbesar

Temuan gas raksasa Indonesia menjadi perhatian dunia internasional.

 (DUNIAHEADLINEMedia asing menyoroti penemuan gas alam berukuran besar di Indonesia oleh Eni. Kantor berita Agence France-Presse (AFP) melaporkan temuan ini dalam tajuk “Major Indonesian natural gas find announced” pada Selasa (21/4/2026).

Laporan tersebut menekankan besarnya potensi temuan ini bagi sektor energi global. Dalam pernyataan resmi, Eni mengungkapkan cadangan gas tersebut berada sekitar 70 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur, dengan estimasi mencapai 5 triliun kaki kubik gas serta 300 juta barel kondensat.

Potensi Besar untuk Pasar Energi Global

AFP juga melaporkan bahwa perusahaan menyebut temuan ini akan “membuka volume baru yang signifikan untuk pasar domestik dan internasional”. Pemerintah Indonesia pun menyambut positif kabar tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut temuan ini sebagai langkah besar bagi sektor energi nasional.

“Ini adalah penemuan raksasa. Selain gas, pada 2028 kita juga akan memproduksi sekitar 90.000 barel kondensat. Dan pada 2029–2030 jumlah itu bisa meningkat menjadi 150.000 barel,” ujarnya.

Ia menambahkan, temuan ini membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gas sebagai pilar ketahanan energi nasional serta upaya mencapai swasembada energi.

Dorong Ketahanan Energi di Tengah Gejolak Global

Produksi gas Eni di Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan, dari sekitar 600–700 MMSCFD saat ini menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, bahkan mencapai 3.000 MMSCFD dua tahun setelahnya. Lonjakan produksi kondensat juga diharapkan mampu menekan impor minyak nasional.

Sorotan media asing turut mengaitkan temuan ini dengan kondisi energi global yang tengah bergejolak akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak dunia kini berada di kisaran US$100 per barel, jauh di atas asumsi APBN Indonesia sebesar US$70 per barel.

Dalam konteks ini, langkah pemerintah memperkuat pasokan energi dinilai semakin strategis. Presiden Prabowo Subianto bahkan aktif menjajaki kerja sama energi dengan sejumlah negara. Dalam kunjungannya ke Moskow, ia bertemu Presiden Vladimir Putin untuk membahas potensi pengadaan minyak jangka panjang.

“Tidak ada angka spesifik yang kami miliki, tetapi ini akan menjadi jangka panjang untuk keamanan energi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Menurut data International Energy Agency, gas alam menyumbang 15,6% pasokan energi Indonesia dan 12,9% pembangkit listrik pada 2023. Temuan terbaru ini dinilai semakin memperkuat peluang Indonesia dalam meningkatkan ketahanan energi nasional.

Read More

Harga Pertamax Dijadwalkan Naik per 1 April 2026, Ini Penyebabnya

31 March 2026 - 10:55 WIB

Pengendara mengisi BBM Pertamax di SPBU

Filipina Tetapkan Darurat Energi Akibat Konflik Global

26 March 2026 - 14:23 WIB

Resmi! Harga BBM Terbaru di Semua SPBU RI, Berlaku 9 Maret 2026

10 March 2026 - 12:14 WIB

Petugas SPBU sedang mengisi BBM kendaraan setelah penyesuaian harga BBM terbaru di Indonesia pada 9 Maret 2026.
Trending on Ekonomi