Menu

Dark Mode
OTT KPK di Pemalang, Bupati dan 20 Orang Ditangkap Buket Bunga Diska Dibuang, Sarah Gibson Pilih Move On Populasi Motor Bensin 130 Juta Unit, Peluang Motor Listrik Indonesia Dinilai Masih terbuka Harga BBM Nasional Mengunci Angka, Tidak Tersentuh Gejolak Pasar Ruben dan Sarwendah Berselisih soal Biaya Renovasi Rp11 Miliar Gerakan Rakyat Resmi Daftar ke Kemenkum sebagai Parpol

Energi

Temuan Gas Raksasa RI Jadi Sorotan Dunia, Media Asing Beri Penilaian

badge-check


					Temuan gas raksasa Indonesia menjadi perhatian dunia internasional. Perbesar

Temuan gas raksasa Indonesia menjadi perhatian dunia internasional.

 (DUNIAHEADLINEMedia asing menyoroti penemuan gas alam berukuran besar di Indonesia oleh Eni. Kantor berita Agence France-Presse (AFP) melaporkan temuan ini dalam tajuk “Major Indonesian natural gas find announced” pada Selasa (21/4/2026).

Laporan tersebut menekankan besarnya potensi temuan ini bagi sektor energi global. Dalam pernyataan resmi, Eni mengungkapkan cadangan gas tersebut berada sekitar 70 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur, dengan estimasi mencapai 5 triliun kaki kubik gas serta 300 juta barel kondensat.

Potensi Besar untuk Pasar Energi Global

AFP juga melaporkan bahwa perusahaan menyebut temuan ini akan “membuka volume baru yang signifikan untuk pasar domestik dan internasional”. Pemerintah Indonesia pun menyambut positif kabar tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyebut temuan ini sebagai langkah besar bagi sektor energi nasional.

“Ini adalah penemuan raksasa. Selain gas, pada 2028 kita juga akan memproduksi sekitar 90.000 barel kondensat. Dan pada 2029–2030 jumlah itu bisa meningkat menjadi 150.000 barel,” ujarnya.

Ia menambahkan, temuan ini membuktikan bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi minyak dan gas sebagai pilar ketahanan energi nasional serta upaya mencapai swasembada energi.

Dorong Ketahanan Energi di Tengah Gejolak Global

Produksi gas Eni di Indonesia diproyeksikan meningkat signifikan, dari sekitar 600–700 MMSCFD saat ini menjadi 2.000 MMSCFD pada 2028, bahkan mencapai 3.000 MMSCFD dua tahun setelahnya. Lonjakan produksi kondensat juga diharapkan mampu menekan impor minyak nasional.

Sorotan media asing turut mengaitkan temuan ini dengan kondisi energi global yang tengah bergejolak akibat konflik di Timur Tengah. Harga minyak dunia kini berada di kisaran US$100 per barel, jauh di atas asumsi APBN Indonesia sebesar US$70 per barel.

Dalam konteks ini, langkah pemerintah memperkuat pasokan energi dinilai semakin strategis. Presiden Prabowo Subianto bahkan aktif menjajaki kerja sama energi dengan sejumlah negara. Dalam kunjungannya ke Moskow, ia bertemu Presiden Vladimir Putin untuk membahas potensi pengadaan minyak jangka panjang.

“Tidak ada angka spesifik yang kami miliki, tetapi ini akan menjadi jangka panjang untuk keamanan energi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela.

Menurut data International Energy Agency, gas alam menyumbang 15,6% pasokan energi Indonesia dan 12,9% pembangkit listrik pada 2023. Temuan terbaru ini dinilai semakin memperkuat peluang Indonesia dalam meningkatkan ketahanan energi nasional.

Read More

Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Berlaku 24 Juli 2026

25 July 2026 - 12:38 WIB

Pengendara mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina.

Harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026 Resmi Berubah

1 July 2026 - 13:33 WIB

SPBU Pertamina dengan informasi harga BBM terbaru per 1 Juli 2026.

Harga Pertamax dan Pertamax Green Stabil hingga Pekan Terakhir April 2026

27 April 2026 - 13:15 WIB

SPBU Pertamina dengan harga BBM terbaru April 2026

Harga Pertamax Dijadwalkan Naik per 1 April 2026, Ini Penyebabnya

31 March 2026 - 10:55 WIB

Pengendara mengisi BBM Pertamax di SPBU

Filipina Tetapkan Darurat Energi Akibat Konflik Global

26 March 2026 - 14:23 WIB

Trending on Ekonomi/Keuangan