Menu

Dark Mode
Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Kerahkan 4.151 Personel Gaji Guru Sekolah Rakyat Lebih Tinggi dari Guru Reguler? Simak Perbandingan dan Cara Daftar PPPK 2026 Rupiah Sentuh Rp18.000, Maia Estianty dan Nana Mirdad Buka Suara Timnas U-19 Modal Dua Kemenangan, Siap Tantang Vietnam Rupiah Anjlok ke Rp17.900, Apa Dampaknya bagi Ekonomi? Kepergok Ciuman di Kampus, Mahasiswa PNJ Disanksi

Internasional

Harga Minyak Mentah Turun Setelah AS Pertimbangkan Cabut Sanksi Iran

badge-check


Harga minyak dunia turun setelah AS mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran. Perbesar

Harga minyak dunia turun setelah AS mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran.

Jakarta (Duniaheadline) – Harga minyak mentah global mengalami penurunan pada hari Jumat setelah adanya indikasi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai potensi pencabutan sanksi terhadap minyak mentah Iran yang disimpan di kapal tanker. Kebijakan ini bertujuan untuk meredakan tekanan harga, terutama setelah penutupan yang dilakukan oleh Iran. Seperti diberitakan oleh Money.

Minyak mentah Brent, yang menjadi patokan internasional, mengalami penurunan sebesar 1,62 persen menjadi 106,89 dollar AS per barrel. Sementara itu, minyak mentah WTI turun 1,89 persen menjadi 94,32 dollar AS per barrel pada pukul 01.49 waktu setempat.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan, “Dalam beberapa hari mendatang, kami mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sedang dalam perjalanan, sekitar 140 juta barrel,” dikutip dari CNBC, Jumat (20/3/2026).

Proyeksi Harga dan Dampak Geopolitik

Bessent menambahkan, pengembalian minyak mentah Iran yang sebelumnya dikenai sanksi ke pasar global diharapkan dapat membantu menstabilkan harga dalam kurun waktu 10 hingga 14 hari ke depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel mendukung upaya AS untuk membuka kembali Selat Hormuz. Netanyahu juga mengklaim bahwa Iran tidak lagi memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik, sehingga perang dapat berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Sementara itu, Citi memperkirakan konflik Iran telah menyebabkan lonjakan harga minyak dan komoditas terkait. Akibatnya, Citi menaikkan prospek harga jangka pendek. Bank tersebut memperkirakan harga Brent dan WTI akan mencapai 120 dollar AS per barrel dalam satu hingga tiga bulan ke depan, dan bahkan hingga 150 dollar AS per barrel dalam skenario yang lebih buruk jika gangguan terus berlanjut.

Namun, skenario dasar Citi mengasumsikan penurunan ketegangan dalam empat hingga enam minggu, yang memungkinkan harga Brent turun kembali ke kisaran 70–80 dollar AS pada akhir tahun. Pada saat yang sama, selisih harga minyak mentah utama melebar tajam, dengan Citi menaikkan perkiraan Brent-WTI untuk mencerminkan biaya pengiriman yang tinggi dan permintaan yang kuat dari Pantai Teluk AS untuk minyak mentah dari pedalaman.

Para pejabat minyak Saudi memperkirakan harga minyak mentah dapat melonjak di atas 180 dollar AS per barrel jika gangguan akibat perang Iran berlanjut hingga akhir April.

Read More

Tiket VIP Konser The Weeknd Tetap Diburu Fans

18 May 2026 - 11:09 WIB

Suasana konser The Weeknd dengan area VIP premium di Jakarta International Stadium.

5 Fakta Kerusakan Pangkalan AS di Timur Tengah yang Jadi Sorotan Dunia

3 May 2026 - 10:43 WIB

pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah

Cara Pelaku Penembakan Masuk Acara Donald Trump Bikin Kaget

26 April 2026 - 18:19 WIB

pengamanan ketat acara Donald Trump

Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi?

12 April 2026 - 16:04 WIB

ilustrasi ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran

Panas! Wapres AS Tuduh Tuntutan Iran Ditulis ChatGPT

9 April 2026 - 11:42 WIB

ilustrasi ketegangan Amerika Serikat dan Iran terkait tuduhan penggunaan AI
Trending on Internasional