Menu

Dark Mode
Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Kerahkan 4.151 Personel Gaji Guru Sekolah Rakyat Lebih Tinggi dari Guru Reguler? Simak Perbandingan dan Cara Daftar PPPK 2026 Rupiah Sentuh Rp18.000, Maia Estianty dan Nana Mirdad Buka Suara Timnas U-19 Modal Dua Kemenangan, Siap Tantang Vietnam Rupiah Anjlok ke Rp17.900, Apa Dampaknya bagi Ekonomi? Kepergok Ciuman di Kampus, Mahasiswa PNJ Disanksi

Ekonomi

Aset Asuransi Komersial Nyaris Rp1.000 Triliun, Tumbuh 8,57%

badge-check


Aset industri asuransi komersial terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Perbesar

Aset industri asuransi komersial terus menunjukkan tren pertumbuhan positif.

Jakarta,  Duniaheadline  – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset asuransi komersial mencapai Rp 999,15 triliun per Februari 2026 atau tumbuh 8,57% secara tahunan (year on year/YoY).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan, secara umum kinerja industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun tetap stabil dan ditopang oleh tingkat solvabilitas agregat yang tinggi.

Dari sisi kinerja usaha, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 62,37 triliun atau tumbuh 3,50% YoY. Capaian tersebut merupakan akumulasi premi dari asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi.

Secara rinci, pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 32,39 triliun atau tumbuh tipis 0,12% YoY. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,41% YoY dengan nilai Rp 29,98 triliun.

Ogi juga menegaskan permodalan industri asuransi komersial tetap berada dalam kondisi solid. Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa secara agregat tercatat sebesar 480,83%, sedangkan RBC asuransi umum dan reasuransi berada di level 327,98%.

“RBC tersebut masih jauh di atas ambang batas minimum sebesar 120%,” ujarnya dalam paparan RDKB OJK, Senin (6/4/2026).

Sebagai informasi, secara total OJK mencatat aset industri asuransi per Februari 2026 mencapai sebesar Rp 1.219,35 triliun atau tumbuh 6,80% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Read More

Rupiah Sentuh Rp18.000, Maia Estianty dan Nana Mirdad Buka Suara

5 June 2026 - 17:35 WIB

pelemahan rupiah terhadap dolar AS hingga menyentuh level Rp18.000.

Rupiah Anjlok ke Rp17.900, Apa Dampaknya bagi Ekonomi?

4 June 2026 - 11:46 WIB

rupiah melemah terhadap dolar AS hingga menembus Rp17.900 per dolar.

Polemik PHK PT Hillcon Berlanjut ke DPRD Sultra

29 May 2026 - 10:54 WIB

pekerja tambang terkait polemik PHK PT Hillcon di Sulawesi Tenggara.

Buyback Emas Antam Menguat 9,19% Hari Ini

25 May 2026 - 15:12 WIB

Ilustrasi emas batangan Antam dan informasi harga buyback emas terbaru.

Aduan Konsumen PMSE, Kemendag Panggil Shopee

21 May 2026 - 11:44 WIB

aplikasi Shopee dan logo Kemendag terkait aduan konsumen PMSE.
Trending on Ekonomi