Menu

Dark Mode
Ruben dan Sarwendah Berselisih soal Biaya Renovasi Rp11 Miliar Gerakan Rakyat Resmi Daftar ke Kemenkum sebagai Parpol Kaesang Pangarep Siap Maju Pileg 2029 dari Dapil Puan Iuran BPJS Kesehatan Berpotensi Naik, Ini Langkah Pemerintah Baru Menjabat 2025, Direktur RANS Pilih Mundur Dubes Dipanggil, AS-Malaysia Hadapi Krisis Diplomatik

Internasional

Dubes Dipanggil, AS-Malaysia Hadapi Krisis Diplomatik

badge-check


					Hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Malaysia kembali menjadi sorotan setelah pemanggilan duta besar. Perbesar

Hubungan diplomatik Amerika Serikat dan Malaysia kembali menjadi sorotan setelah pemanggilan duta besar.

JAKARTA,  Duniaheadline – Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Malaysia tengah memanas. Pemerintah Washington secara resmi telah memanggil Duta Besar Malaysia untuk AS, Muhammad Shahrul Ikram Yaakob, untuk meminta klarifikasi terkait sikap tegas Kuala Lumpur yang menolak kehadiran warga negara Israel di wilayahnya.

Sikap Keras Malaysia Soal Penolakan Warga Israel

Pemanggilan diplomatik tersebut dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri AS pada Jumat (25/7/2026), menyusul merebaknya kontroversi mengenai penolakan yang dilakukan otoritas Malaysia terhadap pemilik paspor Israel.

Menanggapi langkah AS itu, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegaskan bahwa kebijakan negaranya sama sekali bukan hal baru. Kepada media pemerintah Bernama, ia menekankan bahwa sistem imigrasi Malaysia secara total tidak mengakui keberadaan Negara Israel maupun rezim Zionis, dan sikap ini sudah berlangsung lama.

Ia memaparkan bahwa permasalahan spesifik ini bermula ketika seorang traveler yang memasuki Malaysia menggunakan paspor AS terdeteksi memiliki kewarganegaraan ganda dengan Israel. Begitu identitas aslinya terungkap saat pemeriksaan dokumen, pemerintah Malaysia langsung mengambil langkah tegas dengan memintanya meninggalkan wilayah mereka.

Kontroversi Network School dan Ultimatum 15 Hari dari Kongres AS

Ketegangan ini awalnya tersulut dari sorotan tajam publik terhadap “Network School”, sebuah komunitas digital nomad yang didirikan oleh investor asal AS, Balaji Srinivasan, di Malaysia. Komunitas tersebut mendapat kecaman luas di media sosial lantaran diisukan menjadi tempat berkumpulnya peserta berkewarganegaraan Israel.

Meskipun hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa seluruh peserta memiliki dokumen perjalanan yang sah, pemerintah Malaysia tetap tidak mengambil risiko dan langsung menggelar penyelidikan lanjutan hingga akhirnya menutup paksa kegiatan Network School pada Selasa pekan lalu.

Tindakan Malaysia ini memicu ledakan protes dari Washington. Sebanyak delapan anggota Kongres AS mengirimkan surat teguran langsung kepada Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Dalam surat itu, mereka mengutuk rencana yang digagas Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim untuk secara aktif memburu dan mendeportasi setiap warga Israel yang terdeteksi di Malaysia.

Kongres AS bahkan tidak main-main dengan ancamannya. Mereka mendesak agar Washington melakukan audit total terhadap hubungan keamanan dan ekonomi bilateral. Ancaman paling keras berupa pemutusan pendanaan untuk program International Military Education and Training (IMET)—yang selama ini menjadi wadah pelatihan militer profesional bagi personel Malaysia—jika kebijakan penolakan warga Israel tidak dicabut dalam tenggat waktu 15 hari.

Read More

Boeing 737 Kargo Hilang Usai Error Navigasi, Operasi Pencarian Masih Berlangsung

9 July 2026 - 11:04 WIB

Pesawat Boeing 737 kargo dilaporkan hilang setelah mengalami dugaan gangguan sistem navigasi.

Su-35 Rusia untuk Iran, Ini Kemampuan dan Persenjataannya

6 July 2026 - 12:15 WIB

Pesawat tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E milik Rusia yang dipersiapkan untuk memperkuat Angkatan Udara Iran.

Tiket VIP Konser The Weeknd Tetap Diburu Fans

18 May 2026 - 11:09 WIB

Suasana konser The Weeknd dengan area VIP premium di Jakarta International Stadium.

5 Fakta Kerusakan Pangkalan AS di Timur Tengah yang Jadi Sorotan Dunia

3 May 2026 - 10:43 WIB

pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah

Cara Pelaku Penembakan Masuk Acara Donald Trump Bikin Kaget

26 April 2026 - 18:19 WIB

pengamanan ketat acara Donald Trump
Trending on Breaking News