JAKARTA, Duniaheadline – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan rasa duka cita serta keprihatinan mendalam atas bencana gempa bumi yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pagi waktu setempat. Dudy menegaskan bahwa aspek keselamatan penumpang serta kelancaran operasional transportasi di kawasan terdampak tetap menjadi prioritas utama pihaknya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, guncangan gempa tersebut berdampak pada sejumlah fasilitas transportasi vital, mulai dari pelabuhan hingga bandar udara.
Rincian Kerusakan Infrastruktur di Pelabuhan hingga Bandara
Berikut adalah empat fasilitas transportasi yang tercatat mengalami dampak kerusakan akibat gempa:
- Pelabuhan Laurentius Say: Guncangan mengakibatkan robohnya bagian dermaga dan bangunan ruang tunggu. Pada saat kejadian, terdapat kapal KM Bukit Siguntang yang sedang bersandar di lokasi dermaga.
- Pelabuhan Reo: Terjadi kerusakan pada struktur kantor dan area terminal. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam insiden ini.
- Pelabuhan Nangakeo: Mengalami kerusakan ringan yang meliputi jebolnya plafon dan retaknya tembok bangunan. Imbasnya, layanan transportasi perintis di pelabuhan ini terpaksa dihentikan sementara.
- Bandar Udara Komodo: Terdapat kerusakan pada beberapa bangunan, seperti Gedung PKP-PK, Terminal Sisi Darat, dan Gedung Administrasi. Selain itu, fasilitas sisi udara mengalami kerusakan minor pada fillet Taxiway A. Meski begitu, bandara ini tetap beroperasi secara normal namun dengan status pembatasan, dan tidak ditemukan korban jiwa.
Koordinasi Darurat dan Imbauan Waspada kepada Masyarakat
Menhub Dudy telah menginstruksikan jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemenhub di wilayah NTT dan sekitarnya untuk sigap berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Sinergi tersebut melibatkan BMKG, Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, hingga operator transportasi guna memantau kondisi lapangan secara real-time.
Ia meminta seluruh petugas untuk fokus pada upaya penyelamatan penumpang dan terus meningkatkan kewaspadaan. Meskipun peringatan dini tsunami sudah dicabut, masyarakat diminta untuk tetap mengutamakan keselamatan saat bermobilitas di wilayah terdampak.
“Meskipun peringatan dini tsunami telah dicabut, saya minta seluruh pihak untuk tetap mengutamakan aspek keselamatan dalam bermobilitas. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, selalu update informasi resmi terkait cuaca dari BMKG, dan ikuti arahan petugas di lapangan,” terang Dudy.
Pihak Kemenhub juga memastikan akan terus memantau pemulihan sarana dan prasarana transportasi agar kembali beroperasi optimal. Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi di wilayah NTT dan sekitarnya. Saya berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal seperti sedia kala,” pungkas Menhub.















