JAKARTA, Duniaheadline – SDN Mboeng di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat sorotan luas warganet. Pasalnya, sekolah tersebut diketahui belum memiliki akses listrik, namun justru menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah pusat.
Program Digitalisasi dan Elektrifikasi Berjalan Beriringan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa bantuan IFP memang diperuntukkan bagi seluruh sekolah di Indonesia, tanpa memandang status ketersediaan listrik saat ini.
“Kalau program digitalisasi memang targetnya semua sekolah, baik dia yang sudah ada listrik maupun yang belum ada listrik,” kata Mu’ti dikutip dari Kompas.com, Sabtu (13/9/2026).
Ia menegaskan bahwa program pemerintah berjalan beriringan. Pemberian bantuan alat digital, revitalisasi sekolah, serta upaya mengalirkan listrik ke sekolah-sekolah dilakukan secara bersamaan namun dengan fase waktu yang mungkin berbeda.
“Jadi program itu kan memang berjalan beriringan, tapi tidak sama, ya,” ujar Mu’ti. Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan listrik di sekolah-sekolah yang belum memiliki akses, meskipun prosesnya membutuhkan waktu.
SDN Mboeng Akan Direvitalisasi Tahun Ini
Mu’ti memastikan bahwa SDN Mboeng akan mendapat bantuan revitalisasi pada tahun 2026. Secara keseluruhan, pemerintah berencana merevitalisasi lebih dari 1.400 sekolah di NTT dengan anggaran yang disiapkan mencapai lebih dari Rp 1 triliun.
“Untuk tahun ini kami akan bantu dengan dana revitalisasi. Dan di NTT sendiri ada lebih dari 1.400 sekolah yang tahun ini akan kita bangun,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch Salim Somad, memastikan bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi SDN Mboeng. Perbaikan segera dilakukan menyasar ruang kelas yang mengalami kerusakan berat maupun yang masih menggunakan bangunan darurat.
“Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat,” kata Salim dikutip dari Antara, Sabtu (12/9/2026).
Salim menjelaskan bahwa sebagian proses pembangunan atau perbaikan akan dilakukan melalui swadaya masyarakat, khususnya kontribusi dari orang tua siswa.















