Menu

Dark Mode
Buket Bunga Diska Dibuang, Sarah Gibson Pilih Move On Populasi Motor Bensin 130 Juta Unit, Peluang Motor Listrik Indonesia Dinilai Masih terbuka Harga BBM Nasional Mengunci Angka, Tidak Tersentuh Gejolak Pasar Ruben dan Sarwendah Berselisih soal Biaya Renovasi Rp11 Miliar Gerakan Rakyat Resmi Daftar ke Kemenkum sebagai Parpol Kaesang Pangarep Siap Maju Pileg 2029 dari Dapil Puan

Internasional

Bukan hanya Israel, Rudal Iran Juga Menarget Pangkalan AS di Bahrain dan Qatar

badge-check


					Iran memperluas serangan dengan menargetkan pangkalan militer AS di Qatar dan Bahrain. Perbesar

Iran memperluas serangan dengan menargetkan pangkalan militer AS di Qatar dan Bahrain.

Teheran (DUNIAHEADLINE) – Rudal Iran tidak hanya menargetkan Israel, tetapi juga menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Situasi ini menandai eskalasi serius dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Iran dilaporkan menargetkan pangkalan militer AS di Qatar. Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan bahwa rudal Iran berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Patriot. Seorang pejabat Qatar menyebutkan bahwa dua rudal berhasil diintersepsi di atas wilayah negaranya.

Sementara itu, laporan media menyebutkan terdengar ledakan besar di Bahrain. Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan bahwa Iran meluncurkan serangan rudal terhadap pangkalan AS di negara tersebut.

Pangkalan Armada Kelima Jadi Sasaran

Iran disebut menargetkan pusat layanan Armada Kelima Angkatan Laut AS yang bermarkas di Manama, Bahrain. Bahrain merupakan sekutu utama Amerika Serikat di Teluk Persia dan menjadi tuan rumah tetap markas Armada Kelima AS.

Serangan ini memperluas cakupan konflik di kawasan, yang sebelumnya lebih terfokus pada ketegangan antara Iran dan Israel.

Iran Tegaskan Tidak Ada Garis Merah

Seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa semua aset dan kepentingan Amerika Serikat serta Israel di Timur Tengah kini menjadi target yang sah.

“Semua aset dan kepentingan Amerika dan Israel di Timur Tengah telah menjadi target yang sah. Tidak ada garis merah setelah agresi ini, dan semuanya mungkin terjadi, termasuk skenario yang sebelumnya tidak dipertimbangkan,” ujar pejabat tersebut, dilansir Al Jazeera.

Pejabat itu juga menegaskan bahwa Iran tidak akan menunjukkan pengekangan. Ia menyebut agresi gabungan Amerika-Israel akan membawa dampak luas dan jangka panjang.

Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengonfirmasi telah meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel sebagai respons atas serangan yang disebut sebagai tindakan agresif terhadap Republik Islam Iran.

“Sebagai tanggapan atas agresi musuh yang bermusuhan dan kriminal terhadap Republik Islam Iran, gelombang pertama serangan rudal dan drone besar-besaran terhadap wilayah pendudukan telah dimulai,” demikian pernyataan IRGC.

Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan dan ekonomi global.

Read More

Dubes Dipanggil, AS-Malaysia Hadapi Krisis Diplomatik

25 July 2026 - 12:53 WIB

Bendera Amerika Serikat dan Malaysia berdampingan.

Boeing 737 Kargo Hilang Usai Error Navigasi, Operasi Pencarian Masih Berlangsung

9 July 2026 - 11:04 WIB

Pesawat Boeing 737 kargo dilaporkan hilang setelah mengalami dugaan gangguan sistem navigasi.

Su-35 Rusia untuk Iran, Ini Kemampuan dan Persenjataannya

6 July 2026 - 12:15 WIB

Pesawat tempur Sukhoi Su-35 Flanker-E milik Rusia yang dipersiapkan untuk memperkuat Angkatan Udara Iran.

Tiket VIP Konser The Weeknd Tetap Diburu Fans

18 May 2026 - 11:09 WIB

Suasana konser The Weeknd dengan area VIP premium di Jakarta International Stadium.

5 Fakta Kerusakan Pangkalan AS di Timur Tengah yang Jadi Sorotan Dunia

3 May 2026 - 10:43 WIB

pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah
Trending on Internasional