Menu

Dark Mode
Dubes Dipanggil, AS-Malaysia Hadapi Krisis Diplomatik Harga BBM Pertamina, Shell, BP, dan Vivo Berlaku 24 Juli 2026 Berhenti di Zebra Cross Bisa Membahayakan Pejalan Kaki Umi Pipik Terharu Saksikan Pernikahan Nathalie Holscher Hotman Paris Resmi Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Sudaryono Gantikan Nanik di BGN, Disorot Media Asing

Nasional

Jaksa Tuntut Uang Pengganti Rp 5,68 Triliun dalam Kasus Nadiem

badge-check


					Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem Makarim 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,68 triliun dalam kasus dugaan korupsi Chromebook. Perbesar

Jaksa Penuntut Umum menuntut Nadiem Makarim 18 tahun penjara dan uang pengganti Rp5,68 triliun dalam kasus dugaan korupsi Chromebook.

JAKARTA, (DUNIAHEADLINE) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengalami peningkatan harta kekayaan yang dinilai tidak seimbang dengan penghasilan sahnya.

Hal tersebut disampaikan jaksa saat membacakan tuntutan dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (14/5/2026).

“Sehingga harta kekayaan terdakwa mengalami peningkatan yang tidak seimbang dengan penghasilan yang sah atau diduga dari tindak pidana korupsi sebesar Rp 4.871.469.603.758,” kata jaksa dalam persidangan.

Selain itu, jaksa menyebut perkara tersebut menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar dan dilakukan bersama sejumlah pihak lain.

“Perbuatan Terdakwa bersama-sama dengan Ibrahim Arif, Sri Wahyuningsih, Mulyatsyah, dan Jurist Tan (DPO) telah mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam jumlah yang besar yaitu Rp 1.567.888.662.716,74,” ujar jaksa.

Jaksa Nilai Korupsi Berdampak pada Dunia Pendidikan

Dalam tuntutannya, jaksa menilai pengadaan laptop berbasis Chromebook pada periode 2020 hingga 2022 dilakukan demi keuntungan pribadi dan berdampak terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.

“Perbuatan Terdakwa dalam melakukan tindak pidana korupsi di bidang pendidikan yang merupakan sektor strategis pembangunan bangsa telah mengakibatkan terhambatnya kualitas pemerataan pendidikan anak-anak di Indonesia,” kata jaksa.

Meski demikian, jaksa juga menyampaikan hal yang meringankan bagi terdakwa, yakni karena Nadiem belum pernah dihukum sebelumnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan sektor pendidikan nasional yang dinilai sangat strategis bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

JPU Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara

Dalam persidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 18 tahun kepada Nadiem Makarim.

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Nadiem Anwar Makarim oleh karena itu dengan pidana penjara selama 18 tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah Terdakwa segera ditahan di Rumah Tahanan Negara,” ujar jaksa.

Selain pidana penjara, jaksa juga menuntut denda sebesar Rp1 miliar. Jika tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana kurungan selama 190 hari.

“Menjatuhkan pidana denda terhadap Terdakwa Nadiem Anwar Makarim sejumlah Rp1 miliar yang wajib dibayar dalam jangka waktu 1 bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap,” lanjut jaksa.

Tak hanya itu, jaksa turut menuntut pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp809,596 miliar dan Rp4,871 triliun atau total sekitar Rp5,68 triliun.

“(Uang pengganti) merupakan harta kekayaan Terdakwa yang tidak seimbang dengan penghasilan yang sah atau diduga dari tindak pidana korupsi,” kata jaksa.

Jaksa juga menyatakan apabila terdakwa tidak memiliki harta yang cukup untuk membayar uang pengganti tersebut, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 9 tahun.

Dalam tuntutannya, jaksa turut meminta agar barang bukti tetap sebagaimana tercantum dalam surat tuntutan serta membebankan biaya perkara sebesar Rp10 ribu kepada terdakwa.

Read More

Hotman Paris Resmi Mundur dari Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah

23 July 2026 - 15:48 WIB

Hotman Paris memberikan pernyataan kepada awak media.

Sudaryono Gantikan Nanik di BGN, Disorot Media Asing

22 July 2026 - 15:51 WIB

Nanik saat menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional.

Andre Rosiade ke Hotman: Jangan Kaitkan Kasus Febrie dengan Presiden Prabowo

20 July 2026 - 11:57 WIB

Andre Rosiade memberikan pernyataan terkait polemik kasus Febrie Adriansyah.

Deretan Kepala Daerah Jateng Terkena OTT KPK

16 July 2026 - 11:30 WIB

Ilustrasi Gedung KPK dengan latar peta Provinsi Jawa Tengah.

Tuntaskan Perkara Ijazah, 15 Teman Kuliah Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo dan Tifa

16 July 2026 - 11:13 WIB

Suasana persidangan perkara ijazah Jokowi dengan saksi-saksi dari teman kuliah.
Trending on Nasional