Menu

Dark Mode
Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Kerahkan 4.151 Personel Gaji Guru Sekolah Rakyat Lebih Tinggi dari Guru Reguler? Simak Perbandingan dan Cara Daftar PPPK 2026 Rupiah Sentuh Rp18.000, Maia Estianty dan Nana Mirdad Buka Suara Timnas U-19 Modal Dua Kemenangan, Siap Tantang Vietnam Rupiah Anjlok ke Rp17.900, Apa Dampaknya bagi Ekonomi? Kepergok Ciuman di Kampus, Mahasiswa PNJ Disanksi

Kesehatan

Super Flu Sudah Masuk RI, Vaksin Masih Mempan?

badge-check

Jakarta, DUNIAHEADLINE – Varian baru influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai “super flu” , telah ditemukan di Indonesia. Subclade K belakangan menjadi menyebabkan munculnya kasus flu di sejumlah negara, salah satunya Amerika Serikat, yang melaporkan peningkatan kasus hingga dua kali lipat dalam sepekan.

Direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular, Universitas Minnesota, Dr Michael Osterholm , menilai varian ini cukup berbeda dibandingkan strain influenza pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga mampu menantang kekebalan tubuh yang sudah terbentuk.

Apakah Vaksin Masih Mempan?

Spesialis paru dr Erlina Burhan menjelaskan bahwa virus influenza pada dasarnya memiliki kemampuan untuk terus bermutasi, serupa dengan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Virus influenza memang punya kemampuan bermutasi secara berkelanjutan. Yang disebut sebagai super flu subclade K ini merupakan hasil mutasi dari virus influenza H3N2 yang mengalami antigenic drift ,” ujar dr Erlina saat dihubungi DUNIAHEADLINE , Kamis (1/1/2026).

Ia menjelaskan, antigenic drift menyebabkan struktur antigen virus sehingga tidak sepenuhnya dikenali oleh sistem imun tubuh, termasuk pada orang yang sudah mendapatkan vaksin influenza. Kondisi inilah yang membuat infeksi influenza subclade K dinilai dapat menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.

dr Erlina menambahkan, faktor cuaca juga berperan besar dalam peningkatan kasus influenza. Di negara-negara dengan empat musim, menampilkan kasus hampir selalu terjadi saat musim dingin.

“H3N2 merupakan tipe virus influenza musiman. Angka kejadiannya memang meningkat saat musim dingin. Itu sebabnya penyebarannya menjadi lebih cepat dan dampaknya relatif lebih parah,” jelasnya.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan mengapa varian H3N2 subclade K dengan cepat mendominasi kasus flu di berbagai belahan dunia dalam waktu singkat.

Vaksin Tetap Diperlukan

Meski vaksin influenza disebut tidak sepenuhnya mampu mencegah infeksi subclade K, dr Erlina menegaskan bahwa vaksinasi tetap memiliki manfaat penting, terutama dalam menurunkan risiko keparahan penyakit.

“Vaksin influenza tidak selalu menjamin seseorang tidak tertular, tetapi tetap membantu mengurangi risiko infeksi berat, komplikasi, dan perawatan di rumah sakit,” katanya.

“Pada populasi rentan, sangat disarankan untuk memperbarui vaksinasi influenza secara rutin,” ujar Erlina.

 

Read More

Aksi Mahasiswa Hari Ini, Polda Metro Kerahkan 4.151 Personel

12 June 2026 - 11:17 WIB

Personel Polda Metro Jaya bersiaga mengawal aksi mahasiswa di Jakarta.

Rupiah Anjlok ke Rp17.900, Apa Dampaknya bagi Ekonomi?

4 June 2026 - 11:46 WIB

rupiah melemah terhadap dolar AS hingga menembus Rp17.900 per dolar.

Kepergok Ciuman di Kampus, Mahasiswa PNJ Disanksi

3 June 2026 - 11:58 WIB

Kasus mahasiswa yang kepergok berciuman di kampus PNJ berujung pada pemberian sanksi dan menjadi perhatian publik.

Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Nanik S. Deyang Ditunjuk

3 June 2026 - 11:35 WIB

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional.

Fabiola Elizabeth Agnes Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan Daring

2 June 2026 - 14:48 WIB

Fabiola Elizabeth Agnes saat menjalani proses hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan daring.
Trending on Nasional