Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Kriminal & Hukum

Letkol Arman Ditahan, Rumah Dinas Cijantung Jadi Markas Judi Online

badge-check

Aparat menyita puluhan komputer dan perangkat elektronik saat mengungkap dugaan markas judi online di rumah dinas TNI di Cijantung. Perbesar

Aparat menyita puluhan komputer dan perangkat elektronik saat mengungkap dugaan markas judi online di rumah dinas TNI di Cijantung.

JAKARTA, Duniaheadline – Kasus penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran disiplin berat kembali menghantam tubuh TNI. Kali ini, sorotan tertuju pada seorang perwira menengah yang justru mestinya memegang peran vital dalam bidang keamanan dan intelijen. Pihak Markas Besar (Mabes) TNI telah resmi menahan Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap 1/Jakarta, Letkol Infanteri Arman, pada Jumat (9/10/2026). Penahanan ini buntut dari penggerebekan rumah dinas yang ditempatinya di Kompleks Perumahan Angkatan Darat Cijantung, Jakarta Timur, yang terbukti dijadikan markas operasional judi online.

Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Mayjen TNI Muhammad Nas secara terbuka membensahkan penahanan perwira lulusan Akademi Militer (Akmil) 2008 tersebut. Mayjen Nas menegaskan bahwa langkah pengamanan dan penahanan ini dilakukan dalam rangka pemeriksaan intensif yang kini sedang berjalan di bawah naungan Polisi Militer Komando Daerah Militer Jaya (Pomdam Jaya).

Gerebek Rumah Dinas dan Modus Operandi

Kejutan itu bermula saat gabungan apukah keamanan menyisir Kompleks Perumahan AD Cijantung, kawasan yang seharusnya menjadi zona aman dan steril dari aktivitas kriminalitas. Dari hasil pengembangan informasi, aparat menetapkan salah satu rumah dinas di kompleks tersebut sebagai lokasi yang diduga kuat sebagai pusat penggelutan jaringan perjudian daring.

Saat digerebek, tim operasi menemukan beragam perangkat yang lazim digunakan untuk menjalankan bisnis judi online, mulai dari sejumlah unit komputer desktop, laptop, puluhan ponsel pintar, hingga ribuan kartu SIM dan rekening bank palsu yang diduga digunakan sebagai alat transaksi pencucian uang (money laundering) hasil kejahatan. Operasi ini seketika juga membekap beberapa operator yang sedang berjaga di dalam rumah tersebut sebelum akhirnya jejak penyidikan mengarah pada pemilik dan penghuni rumah dinas itu sendiri, yakni Letkol Arman.

Fakta bahwa sebuah rumah dinas milik TNI AD yang dihuni oleh seorang perwatur intelijen dijadikan markas kejahatan siber skala nasional tentu menuai kecaman keras. Kawasan Cijantung sendiri merupakan area yang sangat terkontrol dengan sistem keamanan berlapis, sehingga akses masyarakat sipil masuk sangat dibatasi. Hal ini menjadi tanda tanya besar bagaimana operasi judi online yang membutuhkan infrastruktur internet dan aktivitas server tinggi bisa berjalan begitu leluasa di bawah hidung para petugas keamanan, hingga akhirnya sang kasi intel sendiri yang ternyata menjadi “otak” atau minimal fasilitator dari perjudian tersebut.

Profil Perwira yang Terjerat

Letkol Infanteri Arman bukanlah nama sembarangan di struktur Garnisun Tetap 1/Jakarta. Sebagai Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), ia memegang kendali atas data-data sensitif, pergerakan ancaman, hingga strategi pencegahan kejahatan di wilayah ibu kota negara. Profesi intelijen menuntut integritas tinggi dan kejelian dalam membaca musuh, namun kenyataannya, perwira berpangkat letnan kolonel ini justru terjerat dalam lintah gelap yang merugikan negara.

Lulusan Akmil 2008 ini seharusnya berada pada puncak jenjang karier militerya. Di usia yang relatif masih muda untuk standar perwira menengah, Arman seharusnya mempersiapkan diri untuk promosi jabatan strategis lainnya. Namun, godaan ekonomi dari keuntungan berlimpah bisnis judi online tampaknya berhasil mengerdilkan ideologi Saptamarga dan nilai-nilai kejuangan prajurit TNI yang selama ini dijunjung tinggi.

Proses Hukum dan Efek Jera

Saat ini, Letkol Arman telah resmi menjadi tahanan militer di Pomdam Jaya. Pemeriksaan intensif sedang dilakukan untuk membedah secara utuh jaringan yang dibangunnya, termasuk mengungkap apakah ada pihak lain—baik dari kalangan internal militer maupun sipil—yang turut terlibat sebagai bandar atau investasi dalam operasi tersebut.

Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas menegaskan bahwa TNI tidak akan memberikan perlakuan khusus atau perlindungan bagi anggotanya yang terbukti melanggar hukum. “Penahanan ini merupakan wujud komitmen Panglima TNI dalam memberantas segala bentuk kejahatan, terlebih jika dilakukan oleh oknum internal yang seharusnya menjadi teladan,” tegas Mayjen Nas dalam konferensi persnya.

Pasal yang dijeratkan kepada Letkol Arman sangat berat. Selain melanggar hukum disiplin militer sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Disiplin Militer, ia juga tersangkut pasal pidana umum terkait penyelenggaraan judi online dan tindak pidana pencucian uang. Apabila terbukti bersalah, ia tidak hanya menghadapi ancaman penjara yang panjang, melainkan juga pemecatan tidak dengan hormat (PTH) dari dinas militer, serta pencabutan seluruh tunjangan dan hak kepegawaian lainnya.

Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras dan efek jera bagi seluruh prajurit TNI di tanah air. Gelora pemberantasan judi online yang diperintahkan oleh pemerintah pusat tidak pandang bulu, termasuk terhadap oknum aparat penegak hukum dan keamanan yang berkhianat. Kehadiran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau ajang internasional lainnya mungkin membawa peluang ekonomi positif, namun peluang ekonomi yang dibangun dari hasil kejahatan seperti yang dilakukan Letkol Arman jelas merupakan aib yang harus dibabat habis dari institusi militer Indonesia.

Read More

Tembak dan Bacok di Dekat Kampung Ambon, 3 Korban Dirawat

14 Oct 2026 - 23:40 WIB

Tembak dan Bacok di Dekat Kampung Ambon, 3 Korban Dirawat

KPK Tahan 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Kebencanaan BNPB

14 Oct 2026 - 17:54 WIB

KPK Tahan 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Kebencanaan BNPB

Pejabat Bea Cukai: Atasan Perintahkan Kumpulkan Dana Rp 200 Juta Sebulan

12 Oct 2026 - 20:33 WIB

Pejabat Bea Cukai: Atasan Perintahkan Kumpulkan Dana Rp 200 Juta Sebulan

TNI Bakal Resmikan 5 Kodam Baru di HUT Ke-81, Ini Daftar Wilayahnya

21 Sep 2026 - 04:58 WIB

TNI Bakal Resmikan 5 Kodam Baru di HUT Ke-81, Ini Daftar Wilayahnya

Sisprian Akui Dendam pada Bos Blueray tapi Tetap Terima Suap, Jaksa Pun Bingung

19 Sep 2026 - 07:39 WIB

Sisprian Akui Dendam pada Bos Blueray tapi Tetap Terima Suap, Jaksa Pun Bingung
Trending on Kriminal & Hukum