JAKARTA, Duniaheadline – Kasus ledakan dahsyat yang mengguncang kawasan Perumahan Grand Polonia, Medan, akhirnya menemui titik terang. Polrestabes Medan memastikan telah mengantongi status tersangka terkait insiden yang merenggut tiga nyawa tersebut.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis, pada Rabu (19/8). Meski begitu, Adrian masih merahasiakan jumlah pasti maupun inisial pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. Ia menegaskan bahwa pengungkapan fakta lengkap beserta identitas tersangka akan disampaikan langsung oleh jajaran pimpinan dalam waktu dekat. “Nanti kita rilis. Pimpinan yang akan menyampaikan langsung,” ujarnya singkat.
Kronologi dan Dugaan Sementara Penyebab Ledakan
Insiden maut ini bermula pada Senin (20/7) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, sebuah ledakan besar secara tiba-tiba menghantam rumah nomor 3B yang berlokasi di Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia.
Hingga saat ini, tim gabungan dari kepolisian dan instansi terkait masih terus mendalami akar penyebab pasti dari peristiwa tersebut. Kendati demikian, hasil investigasi sementara yang mengemuka memperkuat dugaan awal, yakni ledakan dipicu oleh kebocoran gas yang berasal dari jaringan pipa bawah tanah di area sekitar rumah.
Fakta di Lapangan: Bangunan Runtuh hingga Kendaraan Hancur
Dampak fisik dari ledakan ini terbilang sangat masif. Rumah bertingkat tiga yang menjadi pusat ledakan mengalami kerusakan kritis, dengan sebagian besar struktur bangunannya ambruk ke tanah.
Daya rusak ledakan tidak hanya berdampak pada satu titik. Setidaknya ada tujuh unit mobil yang tertimpa material reruntuhan dan mengalami kerusakan parah. Selain itu, rumah-rumah tetangga yang berada di sekitar lokasi—baik di samping kiri, kanan, maupun tepat di depan bangunan utama—juga ikut mendapat kerusakan signifikan akibat tekanan gelombang ledakan yang sangat kuat.
Daftar Korban Jiwa dan Luka-luka
Peristiwa ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban. Tercatat ada tiga penghuni rumah yang dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian. Ketiganya diidentifikasi sebagai Jesika (selaku istri pemilik rumah), Ros (asisten rumah tangga), dan Sinta (pengasuh anak atau baby sitter).
Sementara itu, empat korban lainnya berhasil selamat namun mengalami cedera. Mereka yang menjalani perawatan medis ini meliputi Jeavelin (2), yang masih merupakan anak pemilik rumah, seorang sopir bernama Hasan, serta seorang kurir yang diketahui bernama Yuda.















